Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Museum Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
Museum Dara Juanti
- 2 Januari 2019
Museum Dara Juanti
Openingstijden:
 
Senin - Minggu 08:00-15:00
Provincie:
 
Kalimantan Selatan
Land:
 
IND
Type organisatie:
 
Museum
Postadres:
 

Museum Dara Juanti
Kapuas Kiri Hulu, Sintang, Kapuas Kiri Hilir
78613 Sintang

Informatie:
 
Musem Dara Juanti merupakan museum yang menyimpan berbagai bukti sejarah perabadan daerah Sintang sekaligus sebagai bekas lokasi pusat pemerintahan Kerajaan Sintang, yakni Istana Al-Mukarramah. Museum yang juga bekas kompleks kerajaan Sintang hingga saat ini masih terawat baik dan menjadi tempat tinggal Sultan Sintang, Pangeran Ratu Sri Negara H.R.M. Ikhsan Perdana. Nama Dara Juanti diambil dari nama putri pendiri kerajaan Sintang, Demong Irawan, yang bernama Putri Dara Juanti. Museum Dara Juanti terletak di Jalan Dara Juanti Hilir, Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Salah satu koleksi fenomenal di museum ini adalah lambang Burung Garuda pemberian Patih Lohgender (dari Majapahit) yang dibawa sebagai salah satu seserahan saat meminang Putri Dara Juanti.

Beberapa benda-benda peninggalan yang ada di museum ini antara lain sebagai berikut:

Di dalam Museum Dara Juanti terdapat beberapa peninggalan sejarah seperti adanya meriam raja Suka, gundukan tanah yang berasal dari kerajaan Majapahit, tujuh buah meriam anak raja Suka, beberapa kopak batu, meriam raja Beruk, alat musik asli dari suku dayak, serta masih banyak lagi peninggalan sejarah yang ada di dalam museum tersebut.

Benda bersejarah yang lainnya yang ada di istana adalah sebuah peninggalan yang berasal dari Demong Irawan (pendiri kerajaan) seperti situ batu kundu dan beberapa meriam sebagai lambang berdirinya kerajaan Sintang.

Pada serambi depan istana terdapat silsilah raja-raja yang pernah memerintah pada saat kerajaan Sintang serta terdapat salinan undangan adat kerajaan Sintang dan naskah Al quran tulisan tangan Sultan Nata.

Istana ini juga masih menyimpan barang-barang hantaran Patih Logender (seorang perwira dari Majapahit) ketika meminang Putri Dara Juanti (putri Demong Irawan—pendiri Kerajaan Sintang), antara lain seperangkat gamelan, patung garuda dari kayu, serta gundukan tanah dari Majapahit.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Dara_Juanti
   
 
   

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker