Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Museum DKI Jakarta Jakarta
Museum Basoeki Abdullah
- 29 Desember 2018

Museum Basoeki Abdullah di Jalan Keuangan Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, tahun ini akan diperluas. Bangunan di sebelah museum akan dibangun 3 lantai untuk ruang pamer yang lebih luas dari yang sudah ada sebelumnya. Kepala Museum Basoeki Abdullah, Joko Madsono, Rabu (8/1/2014), di Jakarta, mengatakan, pembangunan fisik Museum Basoeki Abdullah yang merupakan bagian dari program revitalisasi museum akan dimulai Mei 2014. Total dana yang dianggarkan untuk perluasan museum ini Rp 9 miliar. ”Pembangunan akan selesai dua tahun hingga 2015. Tahun pertama untuk pembangunan fisik, tahun kedua untuk menyelesaikan interior di dalam gedung,” ujar Joko. Adapun bangunan Museum Basoeki Abdullah yang merupakan rumah tinggal pelukis Basoeki Abdullah tidak akan berubah. Oleh karena itu, selama proses pembangunan berlangsung, museum tetap dapat dikunjungi. Selama ini, ruang pamer museum hanya mampu menampung 40 lukisan Basoeki Abdullah dan sejumlah barang koleksi seperti topeng, wayang, dan benda-benda pribadi Basoeki Abdullah. Dengan perluasan bangunan, diharapkan jumlah koleksi lukisan Basoeki Abdullah yang dapat dipamerkan bertambah banyak. Koleksi lukisan Basoeki Abdullah yang dimiliki museum saat ini berjumlah 121 buah.

sumber : https://travel.kompas.com/read/2014/01/09/1410153/Museum.Basoeki.Abdullah.Diperluas.
 

Museum Basoeki Abdullah di Jalan Keuangan Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, tahun ini akan diperluas. Bangunan di sebelah museum akan dibangun 3 lantai untuk ruang pamer yang lebih luas dari yang sudah ada sebelumnya. Kepala Museum Basoeki Abdullah, Joko Madsono, Rabu (8/1/2014), di Jakarta, mengatakan, pembangunan fisik Museum Basoeki Abdullah yang merupakan bagian dari program revitalisasi museum akan dimulai Mei 2014. Total dana yang dianggarkan untuk perluasan museum ini Rp 9 miliar. ”Pembangunan akan selesai dua tahun hingga 2015. Tahun pertama untuk pembangunan fisik, tahun kedua untuk menyelesaikan interior di dalam gedung,” ujar Joko. Adapun bangunan Museum Basoeki Abdullah yang merupakan rumah tinggal pelukis Basoeki Abdullah tidak akan berubah. Oleh karena itu, selama proses pembangunan berlangsung, museum tetap dapat dikunjungi. Selama ini, ruang pamer museum hanya mampu menampung 40 lukisan Basoeki Abdullah dan sejumlah barang koleksi seperti topeng, wayang, dan benda-benda pribadi Basoeki Abdullah. Dengan perluasan bangunan, diharapkan jumlah koleksi lukisan Basoeki Abdullah yang dapat dipamerkan bertambah banyak. Koleksi lukisan Basoeki Abdullah yang dimiliki museum saat ini berjumlah 121 buah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Museum Basoeki Abdullah Diperluas", https://travel.kompas.com/read/2014/01/09/1410153/Museum.Basoeki.Abdullah.Diperluas.

Museum Basoeki Abdullah di Jalan Keuangan Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, tahun ini akan diperluas. Bangunan di sebelah museum akan dibangun 3 lantai untuk ruang pamer yang lebih luas dari yang sudah ada sebelumnya. Kepala Museum Basoeki Abdullah, Joko Madsono, Rabu (8/1/2014), di Jakarta, mengatakan, pembangunan fisik Museum Basoeki Abdullah yang merupakan bagian dari program revitalisasi museum akan dimulai Mei 2014. Total dana yang dianggarkan untuk perluasan museum ini Rp 9 miliar. ”Pembangunan akan selesai dua tahun hingga 2015. Tahun pertama untuk pembangunan fisik, tahun kedua untuk menyelesaikan interior di dalam gedung,” ujar Joko. Adapun bangunan Museum Basoeki Abdullah yang merupakan rumah tinggal pelukis Basoeki Abdullah tidak akan berubah. Oleh karena itu, selama proses pembangunan berlangsung, museum tetap dapat dikunjungi. Selama ini, ruang pamer museum hanya mampu menampung 40 lukisan Basoeki Abdullah dan sejumlah barang koleksi seperti topeng, wayang, dan benda-benda pribadi Basoeki Abdullah. Dengan perluasan bangunan, diharapkan jumlah koleksi lukisan Basoeki Abdullah yang dapat dipamerkan bertambah banyak. Koleksi lukisan Basoeki Abdullah yang dimiliki museum saat ini berjumlah 121 buah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Museum Basoeki Abdullah Diperluas", https://travel.kompas.com/read/2014/01/09/1410153/Museum.Basoeki.Abdullah.Diperluas.
Museum Basoeki Abdullah di Jalan Keuangan Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, tahun ini akan diperluas. Bangunan di sebelah museum akan dibangun 3 lantai untuk ruang pamer yang lebih luas dari yang sudah ada sebelumnya. Kepala Museum Basoeki Abdullah, Joko Madsono, Rabu (8/1/2014), di Jakarta, mengatakan, pembangunan fisik Museum Basoeki Abdullah yang merupakan bagian dari program revitalisasi museum akan dimulai Mei 2014. Total dana yang dianggarkan untuk perluasan museum ini Rp 9 miliar. ”Pembangunan akan selesai dua tahun hingga 2015. Tahun pertama untuk pembangunan fisik, tahun kedua untuk menyelesaikan interior di dalam gedung,” ujar Joko. Adapun bangunan Museum Basoeki Abdullah yang merupakan rumah tinggal pelukis Basoeki Abdullah tidak akan berubah. Oleh karena itu, selama proses pembangunan berlangsung, museum tetap dapat dikunjungi. Selama ini, ruang pamer museum hanya mampu menampung 40 lukisan Basoeki Abdullah dan sejumlah barang koleksi seperti topeng, wayang, dan benda-benda pribadi Basoeki Abdullah. Dengan perluasan bangunan, diharapkan jumlah koleksi lukisan Basoeki Abdullah yang dapat dipamerkan bertambah banyak. Koleksi lukisan Basoeki Abdullah yang dimiliki museum saat ini berjumlah 121 buah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Museum Basoeki Abdullah Diperluas", https://travel.kompas.com/read/2014/01/09/1410153/Museum.Basoeki.Abdullah.Diperluas.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu