Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Museum Jawa Barat Bandung
Museum Barli
- 31 Desember 2018


sumber : galeri museum barli

MUSEUM
Barli didedikasikan untuk mengenang pelukis Barli Sasmitawinata. Museum ini juga difungsikan sebagai galeri hasil karya sang maestro seni lukis tersebut. Di dalam museum, pengunjung bisa menyaksikan perkembangan gaya seni lukis Barli dari masa ke masa, mulai dari lukisan yang masih beraliran realisme, impresionisme hingga ekspresionisme. Tujuan lain pendirian museum yang diresmikan oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) RI Joop Ave pada 26 Oktober 1992 ini juga untuk meningkatkan apresiasi seni masyarakat Indonesia pada umumnya.

Pada awal berdirinya, Museum Barli merupakan private museum yang tidak dibuka untuk umum. Namun, seiring berlalunya waktu siapa saja bisa berkunjung ke sini untuk menikmati karya seni Barli Sasmitawinata. Museum menempati bangunan tiga lantai yang terbagi dalam empat ruangan, setiap lantai memiliki nama masing-masing. Lantai dasar yang dinamakan Lantai Agung, digunakan untuk kegiatan pendidikan, diskusi dan pagelaran seni. Agung diambil dari nama putra Barli, yakni Agung Wiwekaputera. Lantai satu dinamakan Lantai Nakisbandiah, diambil dari nama salah seorang istrinya, kerap digunakan sebagai ruang pameran. Lantai Nakisbandiah memiliki bangunan sayap yang diberi nama Chandra’s Gallery. Ruangan ini juga digunakan untuk pameran.

Terakhir lantai satu yang diberi nama Ruang Atikah, dimanfaatkan untuk koleksi pilihan karya Barli Sasmitawinata dan koleksi khusus. Atikah adalah istri pertama Barli yang memperoleh tempat istimewa. Wanita ini konon adalah pemberi semangat pada masa-masa awal perjalanan karir Barli sebagai pelukis. Ruang Atikah berbentuk melingkar, di dalamnya tersimpan karya-karya kubisme dan ekspresionisme hasil ketekunan Barli.

Barli Sasmitawinata adalah seorang pelukis realis legendaris Indonesia yang lahir di Bandung pada 18 Maret 1921. Sejak kecil hingga akhir hayatnya ia mendedikasikan hidupnya pada seni lukis. Barli pertama kali belajar melukis dari Luigi Nobili, seorang pelukis Italia yang tinggal di Bandung. Atas permintaan kakak iparnya, pada tahun 1935 Barli menimba ilmu di studio lukis milik Jos Pluimentz, pelukis berkebangsaan Belgia yang juga tinggal di Bandung. Tahun 1950 ia melanjutkan studi di Acedemie Grande de la Chaumiere, Paris, Prancis dan setahun kemudian di Rijksacademie voor Beeldende Kunsten, Amsterdam, Belanda.

Selain sebagai ruang pameran, museum yang kini dikelola secara mandiri oleh keturunan Barli Sasmitawinata ini juga kerap menyelenggarakan kelas menggambar yang bisa diikuti oleh siapa saja. Museum Barli juga memiliki program pendidikan untuk membantu anak-anak dalam mendapatkan pendidikan dibidang seni. Program yang diberi nama Anak Bumi ini merupakan kegiatan yang dilakukan seminggu sekali dengan target anak-anak dan remaja putus sekolah yang ada di Bandung. Bisa dikatakan, Museum Barli adalah satu-satunya museum yang terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat dalam hal seni rupa. (Dok. PR)

Alamat: 
Museum Barli
Jln. Prof. Sutami No. 91
40152 Bandung Jawa Barat
Phone: 0222011898

Indonesia

Daerah: 

 

Sumber  : http://info.pikiran-rakyat.com/?q=direktori/galeri/kota-bandung/museum-barli

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker