Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Museum DKI Jakarta Jakarta Utara
Museum Anatomy FK
- 31 Desember 2018


Sumber: jalanjalan.co

Museum Anatomi Unika Atma Jaya adalah museum yang dimiliki Universitas Katolik Atmajaya yang memiliki koleksi berbagai anatomi tubuh manusia dengan menggunakan peraga asli.

Sebagai salah satu museum sejenis yang terlengkap di Indonesia, Museum Anatomi Atma Jaya merupakan museum pertama milik perguruan tinggi yang dibuka untuk umum.

Museum Anatomi Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya telah dibuka untuk umum sejak awal diresmikan pada tahun 1995. Artinya, bukan hanya para calon dokter saja yang dapat belajar mempelajari bagian tubuh manusia lewat cadaver atau mayat.

Para pengunjung museum dapat melihat bagian tubuh manusia mulai dari kerangka, otot, peredaran darah, pernapasan, sistem indera, pencernaan, urinaria, reproduksi dan syaraf yang diawetkan dengan terpajang disana.

Selain berasal dari tubuh manusia asli, museum tersebut juga memamerkan koleksi dalam bentuk manekin. Museum tersebut saat ini juga dilengkapi dengan citra tubuh manusia dalam bentuk foto radiologi, agar anatomi dapat dipelajari dengan lebih nyata.

Museum ini memiliki 3 lantai yang menyediakan ruang bacaan untuk pengunjung yang ingin ruang bebas berisik. Dan di ruangan lain disediakan ruangan khusus untuk berdiskusi, agar tidak mengganggu pembaca lain.

Kini Universitas Katolik Atmajaya (Unika Atmajaya) terus menambah koleksi museum anatominya. Kini museum yang terbuka untuk umum tersebut memiliki setidaknya 150 koleksi organ tubuh manusia mulai dari otot, hati, otak jantung hingga tengkorak.

Museum ini sangat bagus untuk anak-anak yang ingin tahu lebih jauh anatomi manusia. Bahkan ada tubuh manusia lengkap tanpa kulit yang memamerkan organ tubuh, otot-otot serta tulangnya dengan berdiri tegak. 

Selama ini kita hanya tahu pengawetan dilakukan dengan merendam di cairan pengawet.  Tapi ternyata ada yang menggunakan cara tertentu dengan menyedot seluruh cairan dalam tubuh lalu menyuntikkannya kembali dengan cairan silikon. Ada juga beberapa anggota tubuh yang dipotong sedemikian rupa sehingga kita bisa melihatnya dengan sangat rinci sekali. 

Untuk kunjungan perorangan, silahkan konfirmasi dulu via Whatsapp ke nomor 0882 10020151 karena supaya tidak bentrok dengan kunjungan rombongan atau jadwal praktikum para Mahasiswa Kedokteran Universitas Atmajaya di museum tersebut.

Berbeda antara kunjungan perorangan dan kunjungan rombongan adalah kalau perorangan hanya ditemani / didampingi oleh petugas museum Anatomi. Sedangkan bila kunjungan rombongan akan ditemani oleh Dokter untuk menjelaskan.

Disarankan minimal usia anak untuk bisa masuk ke museum adalah kelas 3 SD ke atas karena isi museum ini mayoritas adalah organ tubuh manusia asli. Dikhawatirkan bila dibawah kelas 3 SD akan merasa takut, namun bila tetap ingin melihat, boleh masuk asalkan orangtuanya sudah mengkondisikan dan menjelaskan kepada anak.

 

sumber : http://www.liburananak.com/id/kids-holiday-spots/16-museums/831/museum-anatomi-fakultas-kedokteran-universitas-atmajaya#.XCm41mmyS00

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu