Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Riau Anambas
Mie Tarempa
- 14 Maret 2017

Mie tarempa merupakan olahan mie goreng asal kepulauan riau, walaupun mie goreng ini tidak jauh berbeda dengan mie goreng pada umumnya ataupun spageti dan mie ayam, namun mie tarempa memiliki perbedaan yang sangat jelas yaitu kuah dagingnya menggunakan ikan tongkol. Mungkin karena awalnya mie tarempa ini dilahirkan dari daerah bernama tarempa di kabupaten anambas yang terletak dipesisir pantai yang mayoritas masyarakatnya berpropesi sebagai nelayan, sehingga tidak heran kalau kuah yang digunakan dalam mie tarempa ini adalah ikan tongkol. Sehingga sudah jelas keaslian olahan ini sangat terjaga sekali, karena semua bahan yang digunakan, seperti olahan mie nya dibuat langsung ditanah tarempa dan menggunakan bahan-bahan asli tarempa, begitu juga dengan bumbunya menggunakan rempah-rempah asli tanah tersebut, yang pastinya membuat sajian mie goreng ini sangat lezat dan enak.


Bahan :

    50 gr Mie kuning berbentuk pipih, bersihkan dengan air dulu
    50 gr ikan tongkol, pakai dagingnya
    50 gr tauge
    8 buah cabai rawit pedas
    1 telur ayam
    1 siung bawang putih
    2 sdm kecap manis
    2 sdm makan kecap asin
    3 sdm minyak goreng, untuk menumis
    Bawang goreng secukupnya

Cara Membuat

Silahkan anda gunakan daging ikan tongkol, lalu cincang atau suwir
Haluskan cabe rawit dan bawang putih, secara terpisah
Sekarang tumis bawang putih dan juga cabe, aduk sebentar lalu masukan mie yang sudah disiapkan
Bila sudah aduk sebentar, tambahkan kecap manis dan asin, lalu masukan juga tauge kedalam olahan
Sekarang masukan juga ikan tongkol yang sudah anda cincang
Aduk sampai semua bahan tercampur rata, silahkan tambahkan penyedap rasa dan garam sampai rasa benar-benar pas.
Mie goreng siap disajikan.
Untuk akhiran silahkan anda taburkan bawang goreng diatasnya, kemudian siap deh disajikan. Nah untuk anda yang sangat suka dengan rasa pedas silahkan menambah cabe rawit secukupnya sesuai selera anda, selamat mencoba.

 

Alamat dan Kontak Penjual:

Mie Tarempa Sungai Panas

Komp. Graha mas Blok J No. 10-11, Sei Panas, Sungai Panas, Batam Kota, Kepulauan Riau 29433

0811-7776-800

 

Sumber :

http://resepdanmasakan.com/resep-mie-tarempa-anambas-enak/

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker