Mie Lendir merupakan salah satu makanan kuliner khas batam. Resep mie lendir tak jauh beda dengan resep mie lainnya, hanya saja ada beberapa bahan yang membedakan seperti adanya ubi jalar yang dijadikan bahan untuk membuat mie lendir ini.
Bahan-bahan:
500 gram Mie Lidi tau Mie Kuning Basah, rebus dan tiriskan
500 gram Ubi Jalar, rebus hingga matang dan lalu anda haluskan
100 gram Kacang Tanah, goreng dan dihaluskan
2 lembar Daun Salam
1 batang Serai, geprek
1 ons Gula Merah, sisir halus
1 liter Air
1 sendok makan Maizena, larutkan dengan 3 sendok makan Air
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Penyedap rasa
Bumbu yang dihaluskan :
5 siung Bawang Putih
5 buah Cabai Merah
1 ruas Kencur
Bahan pelengkap untuk penyajian :
Toge yang telah anda rebus
3 batang Daun Bawang, iris
5 batang Seledri, iris
Telur Rebus
Cara membuat mie lendir khas batam :
Pertama, anda campurkan dulu semua bumbu yang sudah dihaluskan, kemudian anda masukkan kacang tanah, ubi halus, daun salam dan serai. Kemudian anda tuangkan 1 liter air dan aduk rata. Setelah itu anda masak hingga mendidih, dan masukkan gula merah, garam dan penyedap rasa diaduk rata. Tambahkan larutan maizena, dan aduk rata lagi kemudian anda masak hingga matang, angkat dan sisihkan. Anda siapkan piring saji, kemudian anda tata mie nya dan bahan pelengkapnya, taburkan daun bawang dan daun seledri lalu anda sirami dengan kuah. Kemudian anda taburkan juga bawang goreng diatasnya.
Selamat mencoba.
Sumber:
http://www.menuresepmasakan.com/resep-mie-lendir-khas-batam-yang-enak-dan-lezat/
Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland