Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan khas Jawa Barat Cirebon
Mie Koclok Cirebon
- 29 Februari 2012

Mie koclok sebenarnya ada di daerah lain tetapi mie koclok cirebon berbeda dengan mie koclok di daerah lain. Jika mie koclok yang lain itu kuahnya bening maka mie koclok ala Cirebon ini kuahnya seperti Bubur Santan yang kental. Mie Koclok Cirebon berisi mie kuning, potongan telor, suiran daging ayam, dan di beri penyedap berupa potongan daun bawang, kol, dan bawang goreng. Selain itu, kekhasan mie kolcok adalah penggunaan santan. Selain itu penggunaan tepung beras yang disatukan dengan santan.

Bahan utama :
Mie
Kol
Tauge
Daun bawang
Telor ayam    20 butir
Dada atau paha ayam    1 potong
Bawang goreng
Bumbu halus :
Tepung beras     2 bungkus kecil
Kelapa    4 gelondong
Merica    2 ons
Bawang merah    1 ons
Bawang putih    1 ons
Pala    1 ons
Cengkeh    ½ ons
Garam    2-3 sendok makan
Vetsin    ½ bungkus ukuran sedang
Penyedap rasa ayam    2 sachet
Bahan sambal :
Cabe rawit    ¼ kg
Gula merah    1 – 2 sdm
Gula pasir    1 – 2 sdm
Garam    1 – 2 sdm
Cara membuat :
Semua kelapa yang sudah dikupas dibuat santan
Merica, bawang merah, bawang putih, pala dan cengkeh digiling sampai halus
Santan direbus sampai mendidih kemudian bumbu yang telah digiling dimasukkan ke rebusan santan dan diaduk sampai rata. Kemudian menyusul tepung beras dimasukkan ke kuah dengan maksud atar kuah agak kental dan setelah itu masukkan bumbu-bumbu kuah yang lain
Bumbu-bumbu sambal digerus lalu diberi air
Sisir kol dan daun bawang
Rebus ke 20 telor tadi
Untuk membuat satu porsi mie koclok : ambil ½ genggam mie, dan masing-masing ¼ genggam tauge, sisiran kol dan daun bawang. Semua bahan ditempatkan ke sarangan dan dimasukkan ke bumbu kuah hingga semua bahan ini lemas atau layu (kira-kira ½ menit). Setelah diangkat tuangkan dalma piring dan taburkan sisiran telor rebus yang diambil dari 1 butir telor yang telah dikupas beserta suiran (sayatan) ayam goreng ke bagian atasnya. Lalu siran dengan bumbu kuah yang telah melemaskan (melayukan) bahan-bahan ini hingga banjir (hampir tumpah). Setelah itu beri bawang goreng dan mie koclok 1 porsi siap dihidangkan
Bagi yang menginginkan pedas, mie koclok ukuran 1 porsi tadi dapat diberikan sambal

Keterangan :
Bahan-bahan bumbu dan bahan-bahan sambal di atas untuk kira-kira 20 porsi. Bahan-bahan mie, kol, tauge dan daun bawang dalam bahan-bahan utama (jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan/jumlah porsi yang diinginkan.
 

 
RM/Toko yang Menyediakan:
 
Mie Koclok Cirebon
Restaurant
Address: Jl. Pekarungan, Panjunan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45112
Phone: 0877-7525-5051

 

sumber: Buku “KULINER TRADISIONAL CIREBON : Khasanah Makanan Khas”, Penerbit Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata Kota Cirebon

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu