Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Selatan Palembang
Mi Celor 26 Ilir dan Pesona Udang Satang
- 7 Maret 2017

Krisis selalu melahirkan kreativitas. Adagium itu ada benarnya. Di Palembang, Sumatera Selatan, Mi Celor 26 Ilir adalah makanan khas yang membuktikan hal tersebut. Adalah Anibah, 76 tahun, yang membuat Mi Celor 26 Ilir pada pertengahan 1960. Saat jualan mi celornya tak kunjung laku di tahun yang sulit itu, perempuan kelahiran Cirebon, Jawa Barat, ini memutar otak. Beberapa resep coba ia padukan. Ia terlintas untuk menambahkan kepala udang satang (galah) saat membuat kaldu buat kuahnya. Ciri khas dari Mi Celor 26 Ilir terletak pada pembuatan kaldu udangnya yang menyertakan kepala udang. Ia lebih didominasi rasa gemuk dan gurih. Rasa manisnya sedikit sekali atau nyaris tak terasa di lidah. Banyak orang merasa bahwa Mi Celor dalam keadaan hangat akan menjadi sangat enak dan sedap. Namun, bagi yang tidak menyukai hangat, butuh waktu beberapa menit untuk mendinginkannya.

 

Bahan-bahan :

  • 300 gram Udang, kemudian anda kupas dan sisakan ekornya lalu kerat punggungnya (ambil kulitnya untuk kaldu)
  • 1 sendok teh Air Jeruk Limau
  • 250 gram Mie Telur, kemudian anda seduh
  • 100 gram Toge, kemudian anda seduh
  • 3 butir Telur, kemudian anda rebus dan potong-potong
  • 6 batang Kucai, kemudian anda iris halus
  • 5 sendok makan Bawang Goreng
  • 1500 ml Air

Bahan untuk kuah mi celor :

  • 1250 ml Kaldu Udang
  • 250 ml Santan dari ½ butir Kelapa
  • ¼ sendok teh Gula Pasir
  • ¼ sendok teh Merica Bubuk
  • 1 sendok makan Garam
  • 1 sendok teh Air Jeruk Limau
  • 2 sendok makan Tepung Terigu, kemudian anda encerkan dengan 50 ml Air
  • 2 butir Telur, kemudian anda kocok lepas

 

Cara membuat :

  1. Pertama anda aduk udang dan air jeruk limau, kemudian anda diamkan selama 15 menit.
  2. Lalu anda didihkan 1500 ml air, masukkan kulit udang dan masak beberapa saat. Angkat dan ukur kaldunya menjadi 1250 ml.
  3. Didihkan kaldu udangnya, tambahkan santan, garam, gula, merica dan udang kupas, kemudian anda rebus hingga matang.
  4. Masukkan telur mentah sambil diadukkan hingga berbutir-butir, tambahkan air jeruk limau dan aduk lagi hingga matang. Kentalkan dengan larutan tepung terigu sambil diaduk hingga meletup-letup.
  5. Sendokkan mi dan toge ke dalam mangkuk saji, tambahkan potongan telur rebus, kemudian anda siram dengan kuah panas dan taburkan kucai serta bawang goreng.
  6. Sajikan dengan nikmat.

 

664xauto-mie-celor-26-ilir-pengobat-rindu-kala-pulang-kampung-160630p.jpg

sumber: Dream (https://www.dream.co.id/culinary/mie-celor-26-ilir-pengobat-rindu-kala-pulang-kampung-160630p.html)

 

 

 

Reference:

  1. Buku "Jejak Kuliner Indonesia", TIKI JNE
  2. http://www.menuresepmasakan.com/resep-mie-celor-khas-palembang-yang-enak-dan-gurih/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum