Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Tempat Ibadah Muslim Jawa Timur Turen, Malang, Jawa Timur
Masjid Tiban

Masjid merupakan tempat ibadah yang dipergunakan umat muslim untuk menjalankan ibadah dan syariat -syariat yang diperintahkan oleh Allah SWT. Setiap masjid pasti memiliki sejarh dan keunikanya masing - masing. Salah satunya Masjid Tiban yang terletak di Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Masjid ini terkenal karena bangunanya yang memiliki desain dan ornamen yang "nyentrik". Selain karena terkenal dengan desainya yang unik, konon masjid ini dipercaya oleh masyarakat sekitar hanya dibangun dalamwaktu satu malam oleh jin. Hal itu yang menyebabkan para wisatawan tertarik untuk mengunjungi tempat tersebut. Oleh karena itu, masjid ini selain dipakai untuk ibadah, tetapi juga dipakai untuk tempat wisata. Masjid ini terletak di Kompleks Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah.

Ya,memang mitosnya masjid ini dibuat oleh jin dalam satu malam.Namun, Faktanya tidak seperti itu. Menurut tour guide yang berada di Masjid Tiban, masjid ini memang dibangun oleh santri pondok pesantren yang ide pembuatan masjid ini berasal dari sholat Istikoroh yang dilakukan oleh pemimpin pondok yaitu Romo Kiai Rahmat.

Masjid ini menampung ribuan santri dan santriwati yang juga tinggal disitu. Masjid ini juga terdiri dari 10 lantai yang dihubungkan dengan lift dan tangga. Saat memasuki gerbangnya saja wisatawan bisa melihat betapa unik ornamen dan ukiran yang terlihat pada bagian luar masjid. Begitu masuk di dalamnya wisatawan juga bisa melihat betapa megahnya masjid yang dibanguin oleh para santri ini.

Dari lantai 1 - 10 ini setiap lantainya memiliki bentuk bangunan dan fungsi yang berbeda. Di lantai 1 terdapat tempat istirahat para santri dan santriwati. Disana juga terdapat air yang dapat diminum dan bisa untuk membilas. Bagi wisatawan yang menggunakan air ini dipercaya akan membawa berkah. Pada lantai 3 digunakan untuk sholat Subuh dan Dhuhur. Di lantai inii juga dilengkapi degan akuarium yang berisi ikan, wisatawan bisa menenangkan diri disini. Lantai 4 dipergunakan untuk Sholat Ashar, Maghrib, dan Isya'. Lantai  4 juga dipergunakan romo sebagai tempat untuk menerima tamu serta dipergunakan untuk sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Di lantai 3 juga dipergunakan untuk sholat Jum'at. Perbedaan fungsi ini bertujuan agar setiap lfasilitas yang disediakan di setiap lantai sering digunakan. Lebih unik lagi,di dalam masjid juga terdapat supermarket dan pertokoan yang terdapat pada lantai 7. Di lantai 8 juga dilengkapi kios - kios, pasar, beserta kafetaria. Kalau wisawatawan ingin menikmati pemandangan dari Kabupaten Malang bisa mengunjungi lantai 10 pada Masjid Tiban ini. 

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi masjid ini bisa dari kota asalmu lalu ke Malang bisa naik bis atau mungkin sekarang ada Go - Car perjalanan yang ditempuh bisa sampai 30 - 60 menit. Mungkin anda wisatawan yang ingin berwisata sambil mendapatkan siraman rohani? Masjid Tiban adalah tempat yang cocok untuk dikunjungi.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker