Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Selatan Palembang
Martabak Shanghai Ayam Kentang Wortel
- 1 April 2019

Bahan Kulit Martabak Shanghai :

  • Tepung terigu protein sedang 250 gram
  • Telur 2 butir
  • Garam 1/2 sendok teh
  • Baking powder 1 sendok teh
  • Air putih 500 mili liter (Air bisa di ganti santan biar hasilnya lebih gurih)
  • Daun seledri cincang halus 1 sendok makan
  • Margarin 1 sendok makan (lelehkan)

Bahan Isi Martabak Shanghai Komplit :

  • Daging sapi giling atau ayam giling 150 gram
  • Wortel 100 gram (rebus, lalu potong kotak kecil)
  • Kentang 100 gram, potong kotak kecil
  • Bawang putih 5 siung, cincang halus
  • Bawang merah 5 butir, cincang halus
  • Bubuk kari 1 sendok teh (boleh diskip jika tidak ada bubuk kari)
  • Garam 1 sendok teh, boleh ditambahkan sesuai asin yang di inginkan
  • Merica bubuk 1/2 sendok teh
  • Gula pasir 1 sendok teh
  • Daun bawang 3 batang, iris halus
  • Daun seledri 1 batang, iris halus
  • Air 50 mili liter
  • Minyak zaitun 1 sendok makan (gunakan untuk menumis, atau minyak sayur biasany juga bisa)
  • Minyak secukupnya untuk menggoreng

Cara Membuat Isian Martabak Shanghai Kentang Wortel :

  1. Pertama-tama tumis bawang putih dan bawang merah sampai tercium aroma wangi sedap.
  2. Masukkan daging giling atau ayam giling. Aduk sampai berubah warna. Masukkan wortel dan kentang, aduk kembali.
  3. Tambahkan bubuk kari, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk sampai rata.
  4. Tambahkan daun bawang, daun seledri dan air. Masak terus sampai daging meresap dan sedikit kering. Sisihkan.

Proses Membuat Kulit Martabak Shanghai :

  1. Aduk tepung terigu, garam dan baking powder. Masukkan telur dan air. Aduk sampai adonan halus, rata dan licin.
  2. Selanjutnya tambahkan daun seledri dan margarin leleh. Aduk lagi sampai semua tercampur rata dan licin.
  3. Panaskan cetakan martabak shanghai dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang. Angkat.
  4. Tuangi adonan setinggi setengah cetakan, masukkan isi diatasnya. Tutup lagi dengan adonan.
  5. Goreng sampai mengembang dan matang kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
  6. Sajikan martabak shanghai selagi hangat dengan ditemani saus cuko empek-empek, sambal botolan, mayones atau cabai rawit.

Tips Sukses Bikin Martabak Shanghai Agar Anti Gagal :

  1. Untuk cetakan kue shanghai bisa menggunakan sendok sayur yang cekungnya dalam, yang biasa dipakai mencetak adonan bakwan heci atau ote-ote.
  2. Agar cetakan tidak lengket, sebelum dipakai sebaiknya cetakan digosok-gosok permukaan cekung sendok sayurnya dengan kemiri yang sudah dibakar dan dihaluskan. Lalu panaskan didalam minyak goreng agak lama, baru buat mencetak.
  3. Sebaiknya setelah dipakai menggoreng kue shanghai, jangan di cuci ya. Cukup di bersihkan dengan tissue, lalu simpan dengan cara dibungkus plastik ujungnya agar tidak lengket lagi jika akan digunakan.

Sumber: https://doyanresep.com/resep-martabak-shanghai-ayam/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Jipeng
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.

avatar
Xxxxxx
Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba Pagar Jabu - Sahan - Pohung
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Ilmu Tamba Tu
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker