Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau
Manok Pansuh (Ayam Masak Bambu)
- 2 Maret 2018

Provinsi Kalimantan Barat dikenal sebagai daerah yang menyukai asam dan pedas. Panok Pansuh, namanya mungkin terdengar aneh. Manok Pansuh adalah ayam yang di masak dalam bambu muda atau yang biasa di sebut bokat oleh masyarakat Balai Karangan dan sekitarnya.

Bahan-bahan

  1. Ayam 2 Kg yang sudah dibersihkan dan dipotong kecil-kecil
  2. Kunyit secukupnya
  3. Serai
  4. Bawang merah 4
  5. Bawang putih 4
  6. Garam secukupnya
  7. Penyedap rasa secukupnya
  8. Cabai merah
  9. Daun keriang (boleh diganti daun kedongdong muda)
  10. Pucuk daun singkong
  11. Bambu muda/bokat

Cara membuat

  1. Siapkan bambu muda yang sudah dipotong mengikuti ruasnya, lalu bersihkan bambu
  2. Ayam yang sudah dibersihkan lalu dipotong kecil-kecil
  3. Bersihkan dan cuci kunyit, bawang merah, bawang putih, serai dan cabai
  4. Setelah itu, tumbuk halus kunyit, bawang merah, bawang putih, serai dan cabai
  5. Kemudian, campurkan bumbu ke dalam ayam yang telah di potong-potong (pastikan semua tercampur dengan merata)
  6. Jangan lupa tambahkan garam dan penyedap rasa sesuai selera
  7. Setelah bumbu tercampur rata dengan ayam, lalu masukan daun keriang/kedondong yang telah dicuci bersih. Remas daun hingga tercampur dengan ayam.
  8. Sambil menunggu bumbu meresap, nyalakan kayu api, buat seperti penyangga didekat api untuk mendirikan bokat/bambu muda.
  9. Selanjutnya masukan ayam yang sudah tercampur bumbu ke dalam bokat/bambu muda
  10. Tutup ujung bokat/bambu muda dengan pucuk daun singkong.
  11. Panggang bokat didekat api sekitar 1 jam. Pastikan api tidak terlalu besar agar bokat tidak cepat terbakar, sehingga daging ayam masak merata.
  12. Jika bokat/bambu muda sudah mendidih dan meluap matikan api, diamkan beberapa menit agar bokat tak terlalu panas.
  13. Angkat bokat dengan kain, cabut daun singkong lalu tiriskan ke dalam wadah.
  14. Manok pansuh siap di santap. Bisa disajikan bersama nasi.

Catatan: tingkat kepedasan sesuai selera. Semakin banyak daun kedongdong maka akan semakin nikmat rasa asamnya.

Nah, manok pansuh ini bisa menggunakan ayam boiler dan bisa juga menggunakan ayam kampung. Apabila menggunakan ayam kampung, waktu memasaknya sedikit lebih lama dikarenakan tektur dari daging ayam berbeda. Jangan lupa, manok pansuh ini sangat nikmat apabila disantap bersama keluarga, teman dan tetangga di kebun atau sawah.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker