Daerah Dieng tidak hanya terkenal dengan wisata alamnya yang indah. Namun juga terkenal dengan produk oleh – olehnya yang sangat khas. Namanya adalah Manisan Carica.
Apakah Manisan Carica itu ?
Manisan Carica adalah manisan yang terbuat dari buah carica. Buah carica merupakan buah jenis pepaya yang hidup di dataran tinggi basah. Di Wonosobo buah ini banyak ditanam dan dijadikan produk makanan, salah satunya adalah Manisan Carica. Manisan Carica ini banyak diproduksi oleh masyarakat Wonosobo, khususnya daerah Dieng dan dijadikan jajanan atau oleh – oleh khas dari Dieng, Wonosobo, Jawa tengah.
Buah carica ini sekilas seperti buah pepaya, namun ukurannya lebih kecil. Saat di belah akan terlihat dagingnya yang berwarna kuning dan biji buahnya yang diselimuti lendir. Biji buahnya yang berlendir inilah yang di gunakan untuk membuat sirup manisan karena rasanya yang manis namun sedikit asam dan memiliki aroma yang khas.
Dalam proses pembuatannya, buah carica di kupas kulitnya dan di belah. Kemudian di pisahkan bagian biji yang berlendir dengan daging buahnya. Lalu bagian biji buahnya di rebus dengan campuran air dan gula pasir agar memiliki rasa yang lebih manis. Setelah matang kemudian di saring bijinya. Pada bagian daging buah dipotong kemudian dicuci bersih agar getahnya hilang. Kemudian daging buah di campurkan dengan sirup manisan lalu dipanaskan sebentar agar sirup manisan meresap pada daging buah dan daging buahnya lebih empuk dan terasa manis. Setelah itu campuran manisan tersebut dimasukan ke dalam kemasan untuk di jual atau bisa di hidangkan secara langsung.
Daging buah carica sebelum di buat manisan memang terasa lebih keras, namun bila sudah di jadikan manisan akan terasa lebih empuk dan kenyal. Selain itu setelah diolah bersama dengan sirup manisan rasa daging buahnya lebih manis. Manisan Carica ini sangat cocok bila di sajikan dalam kondisi dingin, sehingga menambah kesegaran pada Manisan Carica ini. Selain rasanya yang nikmat, Manisan Carica ini juga sangat bergizi, karena mengandung banyak vitamin yang berguna bagi tubuh kita.
Manisan Carica ini sangat mudah kita temukan di Wonosobo, Jawa tengah. Di sepanjang jalan menuju Dieng banyak toko oleh – oleh yang menjual jajanan khas satu ini. Bagi anda yang berkunjung ke kota Wonosobo atau daerah Dieng, maka kurang lengkap rasanya bila belum menikmati atau membawa pulang Manisan Carica ini.
Cukup sekian pengenalan tentang “Manisan Carica Jajanan Khas dari Wonosobo,Jawa tengah”. semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang kuliner tradisional di indonesia.
CINTAI DAN LESTARIKAN KULINER TRADISIONAL DI INDONESIA!
Sumber Artikel: http://www.negerikuindonesia.com/2015/06/manisan-carica-jajanan-khas-dari.html
Sumber Foto:
https://simalesmandi.files.wordpress.com/2014/12/1418895007328.jpg
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman . Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andaliman inilah yang membuat BPK berbeda dari hid...
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: Simbol Patung Salah satu motif yang paling menon...
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...