Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta
Mangut Lele - Bantul - DI Yogyakarta
- 19 Desember 2015

                         resep mangut lele pedas asli bantul

Ikan Lele merupakan salah satu jenis ikan tawar yang banyak diminati. Dagingnya yang empuk gurih dan hanya memiliki tulang di tengah saja, membuat lele menjadi salah satu hidangan yang maknyuss. Namun demikian bagi sebagian orang merasa jijik dengan jenis ikan tawar yang satu ini. Hal tersebut lantaran ikan lele biasanya hidup di comberan sehingga terkesan kotor. Padahal sebenarnya jika dibersihkan dan diolah dengan benar, ikan lele merupakan salah satu ikan tawar yang paling lezat. Selama ini mungkin anda mengenal lele disajikan dengan cara di goreng dan di hidangkan bersama sambal terasi dan lalapan atau yang kita kenal dengan pecel lele. Pada malam hari di pinggir-pinggir jalan terutama di kota-kota besar kerap kita jumpai penjual pecel lele. Namun pernahkan anda mencoba mencicipi mangut lele?

Mangut lele, mungkin anda masih asing dengan masakan yang satu ini. Nah ketika anda sedang berjalan-jalan di Jogja yakni di daerah Bantul, anda akan menemukan beberapa warung penjual mangut lele. Masakan ini dibuat dengan cara mengolah ikan lele dengan kuah. Ciri khas yang paling kentara adalah warna kuning dari kuahnya dengan beberapa potongan cabai merah sehingga terasa pedas. Salah satu warung mangut lele yang terkenal di Jogja adalah mangut lele mbah marto yang berlokasi di belakang kampus institut seni indonesia (ISI) sekitar 7 km dari pusat kota Yogyakarta. Warung mangut lele mbah marto ini sekarang sudah dikelola oleh anak cucu mbah marto dan jika akan datang kesana sebaiknya jangan pas jam-jam makan karena dipastikan akan penuh. Untuk satu porsi mangut lele bersama nasi biasanya dihargai antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu, sangat terjangkau bukan? Nah jika anda ingin membuatnya sendiri maka simak cara membuat mangut lele berikut ini:

Bahan dan bumbu mangut lele

  • lele 4 ekor, cuci bersih dan goreng
  • jeruk nipis 1 buah, peras
  • cabai merah besar 3 buah, iris serong
  • cabai hijau 3 buah, iris serong
  • serai 1 batang
  • daun salam 2 lembar
  • daun jeruk 2 lembar
  • kelapa 1 butir, ambil santanya
  • minyak goreng untuk menumis secukupnya
  • garam secukupnya
  • jahe secukupnya, memarkan
  • lengkuas secukupnya, memarkan

Bumbu Halus

  • bawang merah 6 butir
  • bawang putih 3 siung
  • kemiri 3 butir
  • ketumbar secukupnya
  • kencur secukupnya
  • cabai rawit 3 buah
  • cabai merah besar 2 buah

Cara Membuat Mangut Lele Pedas

  1. Pertama-tama lumuri ikan lele menggunakan air jeruk nipis, ketumbar dan garam. Diamkan selama 15 menit supaya meresap
  2. goreng ikan lele menggunakan minyak panas hingga matang namun jangan terlalu kering
  3. tumis bumbu halus hingga harum
  4. masukan santan kelapa bersama gula emrah dan garam. Tunggu sampai mendidih kemudian masukan lele goreng. Masak hingga santan mengental dan bumbu meresap.
  5. Mangut lele pedas siap disajikan bersama nasi putih dan pelengkap lain seperti lalapan, atau kerupuk.

Demikianlah tadi resep mangut lele. Gimana berminat untuk membuat mangut lele ini untuk dijadikan menu makan bersama keluarga. Memang prosesnya agak lama, namun kami yakin anda pasti bisa membuatnya dengan panduan diatas.

 

Sumber : http://masteresep.com/resep-mangut-lele-pedas-asli-bantul/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu