Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Khas Jawa Barat Bandung
Makanan Khas Bandung yang Masih Melegenda Hingga Saat Ini #DaftarSB19
- 16 Februari 2019

Ada banyak jajanan khas Bandung yang enak dan terkenal. Makanan-makanan ini sangat melegenda karena ada sejak zaman dulu hingga kini masih lestari. Di sudut-sudut kota kembang kita akan mudah menjumpai berbagai cemilan beragam yang mempunyai cita rasa yang enak. Tentunya harganya juga terjangkau untuk kalangan mahasiswa yang suka ngemil.

Mau tahu apa aja jajanan kha Bandung yang meleganda itu? Yuk simak ulasannnya berikut ini.

Surabi atau Serabi

Surabi merupakan jajanan khas Bandung yang melegenda hingga kini masih mudah kita jumpa Sepintas jajanan ini mirip pancake hanya saja surabi ini dibuat dengan cara di bakar di atas tungku. Tungku dan cetakan untuk membakar surabi ini terbuat dari tanah liat. Sederhana bukan? Namun alat inilah justru yang menjadi cita rasa surabi terasa asliannya. Untuk topingnya kamu bisa pilih sendiri, ada beragam varian diantaranya nangka, duren, pisang, sosis, keju, cokelat, dll.

Peuyeum Bandung

Makanan khas Bandung yang populer dan masih lestari hingga kini adalah peuyeum Bandung. Kudapan ini merupakan salah satu jajanan khas Bandung yang sering dijadikan buah tangan oleh orang-orang yang berkunjung ke Kota Kembang. Jika kamu belum pernah ke Bandung tentu belum familiar dengan makanan ini. Peuyeum sejenis tape yang terbuat dari singkong.

Wajit Cililin

Jajan Khas Bandung selanjutnya adalah wajit cililin. Ini merupakan cemilan khas yang terbuat dari beras ketan, gula merah dan kelapa yang dimasak menjadi satu. Makanan ini adalah oleh-oleh asli dari Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Terdapat banyak macam wajit di Bandung, namun wajit cililin ini memiliki keunikan tersendiri, yakni dibungkus dengan cangkang jagung.

Cilok

Cilok merupakan jajanan khas Bandung yang digandrungi di masyarakat Jawa Barat, khususnya di Kota Kembang. Kini cilok atau sigkatan dari "aci dicilok" sudah beragam inovasi mulai dari bentuk dan rasanya. Dahulu hanya berbumbu saus kacang, namun sekarang kamu bisa mencoba lezatnya cilok dengan saus mayonaise dan isian yang beraneka rasa.

Colenak

Colenak juga merupakan jajanan khas Bandung yang sangat legendaris. Jajanan ini sudah ada sejak nenek moyang kita. Colenak itu sendiri kepanjangannnya adalah dicocol enak. Bahan utama colenak yaitu peuyeum atau tape singkong yang dibakar lalu ditaburi enten (campuran gula jawa dengan parutan kelapa).

Bandros

Untuk makanan yang ini berbahan dasar tepung terigu. Adonan tepung di campur dengan santan kelapa lalu di masak di atas cetakan lengkung dan ditaburi parutan kelapa. Hmmm..yummy!

Comro

Nah kalau comro kepanjangannya "oncom di jero", ada juga yang menyebut gemet. Jajanan khas Bandung ini terbuat dari parutan singkong diberi bumbu dan dibentuk bulat oval lalu diberi isi ulekan sambal oncom.

Cireng

Cireng merupakan jajanan dengan bahan utamanya tepung kanji atau tapioka (aci) yang dicampur dengan berbagai bumbu. Terdapat berbagai varian isi cireng seperti sosis, keju, ayam, sampai smoked beef.

Misro

Jajanan khas Bandung ini sama dengan comro hanya saja isinya bukan oncom melainkan gula merah.

Nah itulah beberapa jajanan khas Bandung yang masih lestari dan bisa kamu cicipi jika sedang jalan-jalan di Kota kembang.

www.hipwee.com

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker