Mage Wair atau Kuah Asam merupakan salah satu makanan khas masyarakat Sikka. Makanan sederhana ini biasa dihidangkan setiap hari di kebanyakan keluarga. Mempergunakan bumbu-bumbu tradisional rasa Mage Wair tetap lezat dan aromanya memikat di tengah cuaca panas yang melanda kota Maumere.
Memasak Mage Wair gampang dilakukan, bumbu–bumbu yang dipergunakan mudah dijumpai dan dibeli di kios atau pasar. Pertama, kita perlu menyediakan bumbunya terlebih dahulu. Bawang putih, bawang merah, kunyit, halia, daun sere atau kemangi,asam, garam dan lombok.Bawang putih dan bawang merah diiris. Kunyit dan halia di memarkan. Lombok kecil dihaluskan atau jika memakai lombok besar maka sebaiknya diiris saja. Garam dan asam disiapkan secukupnya. jika mau asamnya lebih terasa, sebaiknya memakai asam kering. Daun Kemangi bisa ditambahkan sedikit buat pengharum. Bila memakai ikan basah ukuran besar maka saran Maria,ikannya dipotong kecil– kecil sesuai selera.Tapi kalau ikannya selebar dua atau tiga jari orang dewasa lanjutnya sebaiknya tak usah dipotong,cukup dibersihkan isi perutnya saja. Lalu dibakar dalam bambu.
Dua buah bambu dipotong sepanjang ± 35 sentimeter diletakan miring di tungku halaman belakang rumah Maria. Bambu–bambu tersebut sebelum dipakai, bagian dalamnya dibersihkan memakai air dan digosok memakai kayu atau sabut kelapa. Sebaiknya bambu yang dipakai jangan bambu muda tapi yang setegah tua. Asam dicampur air secukupnya dan dimasukan ke dalam bambu. Sesudahnya, masukan bumbu dan ikan kedalam bambu. Ujung bambu disumbat memakai daun pisang sebutnya agar aroma masakan tetap terjaga dan ikan matangnya lebih merata. Bambu berisi ikan dipindahkan ke tempat yang sudah disiapkan.Bambu–bambu tersebut diletakan miring bertumpu di atas kayu yang sedang terbakar.Bila bambu sudah terbakar dan hangus urai Maria itu pertanda ikannya sudah masak dan siap dikonsumsi. Bambu yang sudah hangus terbakar diangkat. Sumbatan dibagian ujungnya tutur Dince dilepas dan isinya langsung dituangkan di wadah. Bila dibakar dalam bambu, daging ikannya lebih gurih dan matangnya merata sebab ujung bambu ditutup sehingga uap panas tidak bisa keluar.
Selain dimasak dalam bambu, Mage Wair juga kebanyakan dimasak di kuali biar lebih praktis. Caranya, ikan dibersihkan lalu dipotong sesuai selera. Air dimasak hingga mendidih lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan air asam. Setelah itu, masukkan ikan dan direbus sampai matang. Ikan pun siap dihidangkan.
Saat mencicipi Mage Wair yang dimasak dalam bambu, masakannya terasa beda. Rasa bumbu lebih meresap hingga ke dalam tulang ikan. Ikannya juga lebih gurih. Dikatakan Maria Parera, Mage Wair lebih pas bila dimakan bersama Ou Ai Prungan, ubi kering yang ditumbuk dan dicampur kelapa parut lalu dikukus.
sumber: https://www.cendananews.com/2016/02/mage-wair-lezatnya-masakan-ikan-kuah-asam-dalam-bambu.html
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...