Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Kepulauan Bangka Belitung Bangka Tengah
Madu Pahit - Bangka Tengah - Bangka Belitung
- 21 Februari 2018

Hampir semua jenis madu terasa manis sehingga ada pepatah semanis madu. Namun, di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, justru ada madu yang diburu karena rasa pahitnya. ”Madu pahit hanya di Bangka Belitung karena di sini ada kayu pelawan,” ujar Kepala Desa Namang Zaiwan.

Bunga kayu pelawan (Tristaniopsis merguensis) menjadi makanan lebah liar besar (Apis dorsata dorsata). Lebah itu bisa ditemukan di sejumlah hutan di Asia Tenggara, tetapi kayu pelawan hanya ada di Bangka. Bahkan, belakangan kayu itu hanya bisa ditemukan secara terbatas di Bangka Tengah.

Salah satu tempat terbanyak tempat kayu itu hidup adalah di Desa Namang. Di lahan sekitar 250 hektar hutan desa, vegetasinya antara lain adalah kayu pelawan. Hutan itu dijaga penduduk desa. Mereka sepakat, tidak boleh menebang pohon di hutan itu. ”Hutan bisa dimanfaatkan tanpa harus mengambil kayunya,” kata Zaiwan.

Sebagai imbalan, warga desa bisa mengambil hasil hutan bukan kayu yang salah satunya berupa madu. Siapa yang pertama kali menemukan sarang lebah berhak memanen madu. ”Sesuai kesepakatan, madu dijual ke badan usaha milik desa,” ujar seorang penjaga hutan, Masyudi.

Kesepakatan itu untuk menjaga kualitas dan harga madu pahit. Jika dijual ke luar desa, dikhawatirkan madu dicampur bahan lain sehingga kualitasnya tidak terjamin. Warga Namang tidak ingin hal itu terjadi.

”Jika tercampur, orang tak mau lagi membeli madu kami,” kata Zainuddin, penjaga hutan, pekan lalu.

Madu dikemas dengan bungkus menarik dan higienis. ”Jika membeli dari toko resmi desa dengan kemasan resmi, kualitasnya terjamin,” ucap Zainuddin.

Selain itu, pembeli di toko desa resmi juga mendapatkan penjelasan manfaat dan cara meminum madu pahit. ”Jangan seperti minum air, langsung ditelan. Cara minum madu, tahan sejenak di lidah belakang sampai aromanya terasa ke pangkal hidung. Itu membantu menyerap manfaat madu ke saluran pernapasan dan bagian lain kepala,” kata dia lagi.

Awalnya madu pahit dikemas seadanya. Beberapa pembeli menyarankan agar dikemas lebih baik sehingga pemasarannya bisa diperluas. ”Dulu hanya dimasukkan ke botol bekas sirup atau kecap. Banyak toko menolak saat kami ingin menitip madu dengan kemasan seperti itu,” ujar Zaiwan.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memberi bantuan. Dengan menggandeng bank dan perusahaan, dirancang kemasan lebih baik. Imbalannya, bank dan perusahaan itu menempatkan logonya pada kemasan.

Bantuan juga diberikan berupa pelatihan untuk membiakkan lebah. Beberapa jenis lebah pernah dicoba dikembangkan di hutan Namang. Namun, hanya lebah asli hutan setempat yang bisa bertahan. Akhirnya, semua fokus menyediakan habitat yang kondusif bagi lebah liar.

Beberapa pohon sengaja dipotong dan disusun agar bisa menjadi tempat hinggap dan bersarang lebah yang tersebar di hutan. Selain dekat kayu pelawan, disiapkan pula dekat kayu lain. ”Madu pahit hanya dari (sari bunga) kayu pelawan. Ada juga madu manis dari (sari bunga) kayu rempudung, samak, mesirak, ulas, dan leting,” kata Masyudi.

Setiap bulan, rata-rata dipanen 80 liter madu manis dan 50 liter madu pahit. Namun, jumlah panenan itu bergantung pada musim, cuaca, dan bunga aneka kayu yang mekar.

 

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2014/06/16/1554319/Legitnya.Duit.dari.Madu.Pahit.di.Bangka.Belitung

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu