Tarian Ma'badong adalah salah satu tarian adat dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tarian Ma'badong umumya dilakukan pada saat upacara kematian yang dinamakan Rambu Solo. Tarian ini dilakukan secara berkelompok, dimana para penarinya yang dinamakan Pa'badong membentuk sebuah lingkaran dan kemudian bergandengan tangan dengan cara mengaitkan jari kelingking. Para pa'badong biasanya terdiri dari beberapa pria dan wanita setengah baya, maupun yang tua. Pemimpin badong yang wanita disebut dengan Indo Badong, dan pemimpin pria disebut Ambe Badong. Pemimpin badong lalu melantunkan syair (Kadong Badong) atau seperti riwayat hidup orang yang telah meninggal dunia dari lahir hingga meninggal dengan memberikan kalimat syair serta modus nada untuk dinyanyikan para penari sambil berbalas balasan. Nyanyian badong terdiri dari empat jenis nyanyian yang dinyanyikan secara berturut sesuai dengan fungsinya, diantaranya yaitu badong nasihat, badong, ratapan, badong berarak, dan badong selamat (berkat). Untuk gerakannya juga memiliki ritme tersendiri yang mengikuti syair yang dilantunkan. Syarat wajib badong atau suatu keharusan dalam tarian badong yaitu, penari badong minimal ada lima orang, syair badong yaitu syair yang telah terstruktur dengan ke empat fungsi, ditambah dengan riwayat hidup orang yang meninggal. Tarian Ma'badong ini umumnya dilakukan pada upacara kematian yang dilakukan secara besar besaran yang dilakukan di lapangan atau tempat terbuka lainnya yang dikelilingi oleh pondok yang digunakan untuk upacara kematian tersebut, atau bahkan di sekitar rumah atau tempat pemakaman orang yang sudah meninggal tersebut. Tari Ma'badong hanya dilakukan saat upacara kematian dan bersifat sakral, bukan bersifat permainan, sehingga tidak akan dilakukan ketika upacara lainnya. Untuk gerakan Tari Ma'badong adalah gerakan kepala, tangan, pundak, dan kaki, lingkaran kadang dipersempit dengan cara maju atau mundur dengan badan digoyangkan, serta perputarannya tidak mengalami perubahan bermacam macam, namun berupa tata cara dengan yang telah diwariskan dengan turun temurun. Masyarakat Tana Toraja sendiri mempercayai jika Ma'badong akan menuntun arwah orang yang sudah meninggal menuju ke alam peristirahatan yang terakhir yakni alam Puya.
#OSKMITB2018
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...