Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta
Lempeng Legendar
- 19 Desember 2015

                                                Cara membuat lempeng

Tidak banyak yang membahas tentang cara membuat lempeng ini, karena memang membuat lempeng ini sangat mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal. Siapapun bisa membuat lempeng, dari yang muda sampai yang tua dan bahkan yang newbie / pemula yang baru mengenal dunia perlempengan ini.
 

History of the lempeng (kisah lempeng)


Sebenarnya saya juga tidak tahu lempeng itu berasal dari mana, yang saya tahu bahwa Lempeng itu adalah makanan khas yang di konsumsi di daerah kalimantan barat, khususnya kota singkawang, kabupaten sambas, dan sekitarnya.
Mungkin (ini baru mungkin ya), lempeng ini adalah makanan khas melayu. Karena pengalaman saya belum pernah menemukan keberadaan lempeng di daerah yang mempunyai budaya dan suku selain melayu. atau karena saya masih kurang menjelajahi indonesia?

Juga berdasarkan dari hasil riset yang saya dapatkan di internet, ada yang bilang makanan khas nenek moyang dari daerahnya di Riau, ada juga orang malaysia yang posting tentang lempeng ini. So, dari situ juga kita dapat menyimpulkan bahwa lempeng adalah makanan khas melayu. karena 2 daerah yang saya sebutkan tadi adalah 2 dari 3 daerah pertumbuhan ras melayu pada zaman tersebarnya ras deutro melayu di zaman batu. yang satu daerahnya lagi adalah di kalimantan bagian utara (yang sekarang sudah menjadi malaysia timur dan brunei). Panjang bgt introduction nya.



Mengenal lempeng lebih jauh


Bagi teman yang dari daerah lain atau mungkin yang belum tau dengan lempeng ini, untuk di daerah pulau jawa sebenarnya Lempeng adalah makanan yang mirip sekali dengan surabi dan untuk teman yang dari luar negeri bahwa lempeng adalah makanan yang mirip sekali dengan pancake. Anda bisa juga memesan pancake pada outlet makanan siap saji yang ada di setiap sudut kota-kota besar. Nah mungkin pizza juga turunan dari lempeng ya, soalnya banyak makanan lain juga berasal dari turunan lempeng. Jadi seperti linux juga yang pake turunan-turunan segala.



Cara membuat lempeng


Nah setelah kita berpanjang lebar dengan the lempengs, sekarang kita masuk pada tutorial cara membuat lempeng ini.

Seperti yang sudah saya tulis di atas bahwa siapapun bisa membuat lempeng ini karena caranya sangat sederhana. dan bahan-bahan yang di perlukan juga murah meriah dan tidak banyak, kecuali anda mengundang britney spears untuk makan lempeng bareng.

1. Siapkan tepung gandum, gula pasir, air, dan garam. untuk ukuran sesuaikan dengan kapasitas lempeng yang akan anda buat, kalo misalkan buat yang makan sekampung. ya siapkan satu truck.

2. Lalu campurkan bahan-bahan tersebut di dalam sebuah wadah dan aduk hingga rata. Campur air secukupnya, jgn terlalu cair. ntar jadinya malah bukan lempeng, tapi lem kertas.

3. Goreng di dalam sebuah wajan / kuali. di teflon lebih bagus karena teflon lebih mahal dan nilai gengsinya gede ( jika masaknya deket gebetan ).

4. Lalu tunggu hingga matang. untuk tingkat kematangan silahkan sesuaikan dengan selera anda. kalau suka yang alot ya jangan terlalu lama, tp kalau suka yang hangus ya tinggalin aja dulu ke pasar.

Lempeng siap di sajikan. untuk lebih enaknya silahkan tambahkan gula merah yang di cairkan dengan air mineral dan di rebus. Rebusan gula merah ini lalu di siram di atasnya.

 

Sumber : http://caraonline.blogspot.co.id/2012/04/cara-membuat-lempeng.html

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Panduan Memahami Asal Usul Gresik:
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rambu Solo':
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...

avatar
Kianasarayu