Jika kita menyebut Bangka Belitung, tentu yang terlintas di benak kita adalah hasil alamnya yang berupa timah dan keindahan alamnya terutama keindahan pantainya. Karena kekayaan alam lautnya membuat makanan khas Bangka Belitung kebanyakan terbuat dari bahan baku ikan atau produk laut lain. Bukan hal yang aneh jika kuliner dari Bangka Belitung rata-rata didominasi oleh bahan dasar produk laut mengingat provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada dekat dengan lautan.
Lempah Kuning merupakan salah satu resep asli daerah Bangka Belitung yang banyak diminati oleh masyarakat, selain rasanya yang khas masakan ini sangat lezat saat disantap dengan nasi panas. Lempah kuning ini terbuat dari olahan ikan kerapu yang merupakan salah satu masakan nusantara yang banyak mengandung Omega 3 dengan kandungan 200 mg yang sangat baik terhadap kecerdasan anak, selain itu ikan kerapu juga dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Resep masakan bangka yang satu ini terbuat dari bahan dasar ikan kerapu ditambahi sedikit bumbu-bumbu halus dan dimasak secara bersamaan dalam satu wadah, dan masakan ini juga sangat mudah dibuatnya. Ok silahkan anda simak bagaimana cara membuat lempah kuning khas bangka belitung ini.
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat lempah kuning khas bangka belitung : 3 ekor Ikan Kerapu 3 sendok makan Air Jeruk Nipis 1 buah Nanas 2 buah Tomat Merah 1 liter Air Bumbu halus yang dibutuhkan : 8 buah Cabai Merah Keriting 2 buah Cabai Rawit Hijau 5 siung Bawang Merah 4 siung Bawang Putih 1 ruas Kunyit 1 ruas Jahe 1 batang Serai 1 sendok makan Terasi Bumbu Lainnya : 2 ruas Lengkuas 2 sendok makan Gula Pasir 2 sendok teh Garam 1 sendok teh Kaldu Bubuk 3 sendok makan Air Asam Jawa.
Nah setelah anda menyiapkan semua bahan-bahan diatas, silahkan anda simak bagaimana cara membuat resep lumpah kuning khas bangka belitung ini. Cara membuat lempah kuning khas bangka belitung : Pertama anda bersihkan ikan kerapunya lalu kucuri dengan air jeruk nipis agar bau amis menghilang, kemudian anda diamkan sesaat. Lalu anda tumiskan semua bumbu halusnya hingga matang, kemudian anda tambahkan sedikit air dan bumbu-bumbu lain kecuali air asam jawa. Didihkan Setelah mendidih anda masukkan ikan kerapunya, dan masak dengan api kecil. Bila air sedikit menyusut menjadi ¼ bagian, anda masukkan buah nanas dan tomat. Setelah ikan matang kemudian anda masukkan air asam jawa, masak sebentar lagi sekitar 5 menit. Angkat dan sajikan.
Lempah begitu populer karena sejak lama dijadikan makanan utama oleh penduduk Bangka Belitung. Selain itu lempah juga menjadi kuliner yang wajib hadir dalam upacara adat dan keagamaan masyarakat Belitung. Oleh karena itu jangan lupa untuk mencoba makanan iconic yang satu ini jika kalian mengunjungi negeri laskar pelangi ini.
Alamat dan Kontak Penjual:
Rumah Makan Fega
Jl. Jend. Sudirman, Baru, Manggar, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung
0819-3253-6352
Source: reseponline.info
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...
Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...