Aura mistis dan misterius masih melekat kental ketika kita berada di Tuk Bima Lukar, Dieng. Hulu Sungi Serayu ini disebut-sebut mempunyai kaitan legenda dengan tokoh pewayangan, "Bima". Ini adalah legenda tuk bima lukar yang telah dikisahkan secara turun-menurun.
Menurut cerita legenda zaman dahulu kala, suatu ketika Pandawa dan Kurawa berlomba membuat sungai. Pihak Pandawa diwakili Sang Bima, saudara kedua dari Pandawa yang memiliki postur tubuh tinggi, besar dan gagah.
Sebelum hari lomba dimulai, Sang Bima melakukan semadi. Dalam semadinya itu Sang Bima mendapat wangsit dari Dewa. Dewa berkata, “hai Bima, kalau kamu ingin menang dalam lomba nanti, kamu harus lukar!”.
Pada saat lomba dilaksanakan, Sang Bima pun mematuhi wangsitnya. Ia datang tanpa mengenakan pakaian alias telanjang/lukar. Setalah gong tanda dimulainya perlombaan berbunyi, ternyata ia tidak dapat menemukan peralatan untuk menggali tanah. Sang Bima menjadi bingung dan panic. Setelah menengok kanak-kiri dan mencari-cari tidak menemukan cangkul, sekop, atau peralatan lainnya, maka dalam kepanikan oleh rasa takut akan kalah, Bima langsung menggunakan alat vitalnya (“gada”nya) sebagai pengganti cangkut, sekop, dan sebagainya untuk menggali tanah.
Tentu saja tidak tercatat seberapa ukuran dan tanamnya “gada” Sang Bima dengan posturnya yang tinggi dan besar. Berkat gada itu pulalah Sang Bima dapat menjadi pemenang lomba. Sungai yang dibuat selesai lebih cepat dibandingkan dengan yang dibuat oleh lawannya.
Dengan perasaan riang gembira, sang Bima pulang sambil menelusuri sungai yang baru dibuatnya. Ia pun disambut sorak-sorai oleh rakyatnya. Sesampainya di hulu sungai, sang bima tercenung. Katanya dalam hati, “kurang sempurnalah sungai ini, karena belum ada airnya”. Spontan sang Bima buang air kecil (pipis), selanjutnya air kencing Bima pun menjadi aliran sungai itu.
Seusai mengaliri sungainya, Sang Bima mengamati layakya seorang insinyur selesai mengerjakan proyek. Ternyata, ada sesuatu yang janggal nun jauh di bagian bawah aliran sungai. Setelah diamati dengan seksama, ternyata bukanlah kesalahan teknis proyek, melainkan ada seorang wanita cantik sedang mandi menikmati sejuknya air sungai.
Sambil mengamati gadis itu, Sang Bima terucap kata-kata, “Sira Ayu!” yang artinya kamu cantik. Selanjutnya kata-kata itu disingkat menjadi SERAYU, sekaligur digunakan sebagai nama sungai yang telah dibuat oleh Sang Bima itu. Sungai ini merupakan sungai dengan aliran terpanjang di daerah Jawa Tengah.
Sedangkan kurawa sebagai pihak yang kalah, juga membuat sungai yang diberi nama Klawing. Saat ini, sungai tersebut berada di daerah kabupaten Purbalingga.
Sumber : http://legendadieng.blogspot.co.id/2013/08/legenda-tuk-bima-lukar.html
GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...
Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...
SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.