Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Bima
Legenda Putri Nila Fatirah
- 12 Juli 2018

Permaisuri Raja Dompu, Putri Nila Fatirah, dikutuk oleh seorang nenek sihir. Penyihir tersebut iri dengan kecantikan dan kebaikan permaisuri. Permaisuri kemudian diubah menjadi seekor kerbau. Karena malu permaisuri yang sudah menjadi kerbau tersebut lalu mengasingkan diri ke hutan belantara di Doro Londa (Gunung Londa), Bima. Ikut serta dua putrinya yang masih kecil, Nurul Patindah dan Nurtindah.

Cukup lama sang permaisuri di Doro Londa, hingga kedua putrinya menjadi gadis. Kendati berujud kerbau, sang permaisuri mendidik anak-anaknya tata krama dan sopan santun serta keterampilan. Termasuk mengajarkan sholat dan mengaji. Tak lupa pula membekali kedua putrinya dengan keterampilan menari dan menyanyi. Sampai suatu waktu, seorang pangeran dari Bima berburu menjangan ke Doro Londa. Pangeran secara tidak sengaja menemukan tempat permaisuri dengan kedua putrinya. Ketika itu permaisuri tidak ada di tempat karena sedang mencari makan.

Demi melihat kedua putri cantik itu, pangeran jatuh hati pada putri sulung, Nurul Patindah. Akhirnya keduanya pun menikah. Hadir pula Raja Dompu Sultan Nurullah. Sultan begitu tertegun dengan kecantikan sang putri karena mirip sekali dengan istrinya yang hilang 20 tahun silam. Ikut hadir di sekitar lapangan seekor induk kerbau. Massa mengusirnya namun Putri Nurul Patindah mencegahnya, “Itu Ibunda saya,” katanya.

Dari situ terungkap bahwa memang, kerbau tadi adalah Permaisuri Raja Dompu. Sang Putri yang menikah tak lain adalah Putri Sultan Nurullah sendiri. Dengan do’a raja dan anak-anaknya, akhirnya Putri Nurul Fatirah dapat dikembalikan ujudnya sebagai manusia. Mereka berkumpul kembali dan hidup bahagia. Hubungan Kerajaan Bima dan Dompu pun makin harmonis.

Persahabatan kedua kerajaan diabadikan dalam prasasti yang ditulis di atas sebuah batu bundar atau wadu mbolo. Kini batu itu tidak ada lagi namun tempat itu menjadi Kampo Wadu Mbolo (Kampung batu bundar) sampai sekarang. 

Dikutip dari Muslimin Hamzah dalam Ensiklopedia Bima, 2004.  

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker