Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat
Legenda Putri Kesupuk
- 28 Desember 2018

Putri Kesupuk adalah putri bungsu raja yang bertakhta di Bumi Sasak. Dibandingkan enam kakaknya, Putri Kesupuk paling cantik wajahnya. Karena kecantikan wajah dan baik budi pekertinya, banyak pemuda yang berniat menyunting Putri Kesupuk. Bahkan, para pemuda itu berniat saling bertarung demi memperebutkan cinta dan kasih sayang Putri Kesupuk. Untuk mencegah hal-hal buruk yang mungkin terjadi, ayahanda Putri Kesupuk pun berujar, "Siapa yang mampu membangun bendungan tempatku melepas ikan-ikan untuk segenap rakyatku, maka berhak ia menyunting putri bungsuku itu."

Para pemuda pun segera mencoba peruntungan mereka dengan mengubah sawah menjadi bendungan. Namun tidak mudah ternyata mewujudkan sayembara yang dititahkan Sang Raja. Mereka akhirnya menyerah setelah berusaha keras membangun bendungan yang dikehendaki Sang Raja.

Ketika para pemuda itu telah menyerah, datanglah seekor kerbau jantan. Kerbau Putih namanya. Rupanya Kerbau Putih hendak pula mengikuti sayembara tersebut. Ia segera bekerja keras. Dengan mengerahkan sepasang tanduk danjuga kaki-kakinya, Kerbau Putih bekerja keras seolah tidak mengenal lelah. Bertahun-tahun Kerbau Putih itu bekerja hingga terciptalah Lout Selatan. Di tengah-tengah taut tersebut terlihat tumpukan bebatuan. Selesailah bendungan seperti yang dikehendaki Sang Raja. Kerbau Putih pun menghadap Sang Raja untuk meminta hadiah sayembara yang dimenangkannya.

Sang Raja yang adil dan bijaksana sifatnya itu tidak mengingkari janjinya. Meski pemenang sayembaranya seekor kerbau, Sang Raja menyerahkan Putri Kesupuk kepada Kerbau Putih.

Putri Kesupuk mengikuti Kerbau Putih. Ia duduk di atas punggung Kerbau Putih ketika meninggalkan istana kerajaan. Tibalah mereka di sebuah sungai. Kerbau Putih mempersilakan Putri Kesupuk untuk mandi.

Ketika Putri Kesupuk mandi, datanglah seekor kera betina. Kera Hitam namanya. Ia membujuk Putri Kesupuk untuk melarikan diri dari Kerbau Putih. Putri Kesupuk menuruti ajakan Kera Hitam.

Kera Hitam memerintahkan kera-kera Iainnya untuk membangun sebuah rumah pohon. Kera Hitam berpesan kepada Putri Kesupuk, "Sekali- kali janganlah engkau menjatuhkan daun, walau sehelai pun!"

Putri Kesupuk mengiyakan pesan Kera Hitam.

Syandan, tak terkirakan kemarahan Kerbau Putih ketika mendapati Putri Kesupuk melarikan diri. Ia lantas mencari Putri Kesupuk ke sana kemari. Tak juga ditemukan putri bungsu Raja Bumi Sasak itu.

Putri Kesupuk yang tetap bersembunyi di dalam rumah pohonnya melihat Kerbau Putih yang berusaha keras mencari dirinya. Terbit rasa kasihannya. Maka, dijatuhkannya sebatang ranting. Kerbau Putih akhirnya mengetahui keberadaan Putri Kesupuk. Dengan kemarahannya yang sangat, Kerbau Putih menyeruduk pohon tempat Putri Kesupuk berada. Begitu kerasnya serudukan Kerbau Putih hingga kedua tanduknya menghujam kuatkuat pada batang pohon. Kerbau Putih berusaha sekuat tenaga menarik tanduknya, namun tetap tanduknya terhujam kuat-kuat pada batang pohon. Kerbau Putih tak berdaya hingga ia menemui kematiannya.

Setelah Kerbau Putih mati, Putri Kesupuk lantas tinggal di hutan bersama Kera Hitam dan kawanan kera. Di hutan itu terdapat sebuah gua yang menjadi tempat tinggal seorang raksasa.

Pada suatu pagi Kera Hitam bertemu dengan si raksasa ketika ia sedang mencari buah-buahan. Kera Hitam sangat takut tertangkap si raksasa dan menjadi santapan si raksasa. Ia pun berusaha mencari cara agar lepas dari tangkapan si raksasa. Maka katanya, "Ada seorang perempuan bersamaku. Aku dapat mempersembahkan kepadamu jika engkau tidak menangkapku."

Si raksasa membiarkan Kera Hitam kembali untuk membawa manusia yang dapat disantapnya.

Kera Hitam mengungkapkan masalah yang dihadapinya pada Putri Kesupuk. "Aku terpaksa berjanji pada si raksasa untuk menyerahkanmu karena aku sangat takut ditangkapnya."

Putri Kesupuk lantas memberikan rencananya, "Temuilah si raksasa. Mintalah beras dan kunyit padanya. Sebutkan, beras dan kunyit itu untuk upah orang-orang yang akan membantu membawaku kepadanya. Mintalah pula perhiasan yang akan kukenakan sebelum dimangsanya."

Kera Hitam lantas menemui raksasa dan mengungkapkan pesan Putri Kesupuk. Si raksasa dapat menerima alasan Kera Hitam. Diberikannya beras dan kunyit dalam jumlah yang cukup banyak. Juga perhiasan.

Putri Kesupuk dan Kera Hitam lantas menumbuk beras pemberian raksasa hingga menjadi tepung. Dengan ditambah air, tepung itu lantas dibentuk menjadi patung yang menyerupai tubuh Putri Kesupuk. Patung itu lantas dilumuri kunyit hingga makin mirip dengan tubuh Putri Kesupuk. Perhiasan pemberian si raksasa dikenakan pada patung. Patung itu pun lantas dibawa ke gua tempat tinggal si raksasa.

Si raksasa begitu gembira mendapat persembahan putri sesuai janji Kera Hitam. Segera dimangsanya patung itu dengan lahap. Amat suka ia hingga ia meminta diberikan persembahan lagi. Putri Kesupuk kembali membuat patung dan kembali mempersembahkannya pada si raksasa. Terus-menerus si raksasa meminta diberi persembahan hingga Putri Kesupuk menjadi Ielah karenanya.

Putri Kesupuk lantas mencari cara untuk melenyapkan si raksasa. Ia meminta Kera Hitam dan kawanan kera untuk mencari lumut yang banyak menempel di batang-batang pohon aren. Putri Kesupuk lantas memerintahkan menutup pintu gua tempat tinggal si raksasa dengan lumut-lumut. Setelah pintu gua tertutup rapat, gua itu pun lalu dibakar dari luar. Si raksasa amat terperanjat dan berusaha melarikan diri. Namun, karena pintu gua tempat tinggalnya telah tertutup rapat lumut dan api berkobar dari luar, si raksasa tidak bisa keluar dari gua tempat tinggalnya. Ia pun mati terbakar.

Putri Kesupuk, Kera Hitam, dan segenap ka wanan kera bergembira mendapati si raksasa telah mati. Mereka merasa aman karena tidak ada lagi raksasa yang sangat mengganggu dan mengancam keselamatan jiwa mereka. Putri Kesupuk, Kera Hitam, dan kawanan kera lantas tinggal di dalam gua. Mereka hidup aman dan tenteram.

Pada suatu hari seorang pangeran pergi berburu ke dalam hutan. Ketika tengah beristirahat dalam perburuannya, Sang Pangeran melihat Putri Kesupuk tengah mengambil air. Sang Pangeran tertarik dan kemudian mendekati Putri Kesupuk. Sang Pangeran memperkenalkan diri.

Sesungguhnya Putri Kesupuk mengetahui jika Sang Pangeran itu tak lain adalah saudara misannya sendiri. Namun, Putri Kesupuk berpura- pura tidak mengenal Sang Pangeran, sementara Sang Pangeran tidak menyadarinya. Keduanya pun berkenalan dan tidak lama kemudian mereka telah bersahabat dengan baik. Sang Pangeran kerap mendatangi gua tempat tinggal Putri Kesupuk dan berbincang-bincang dengan Putri Kesupuk, Kera Hitam, dan juga kawanan kera yang selama itu menjadi sahabat-sahabat Putri Kesupuk.

Pada suatu hari Sang Pangeran mengajak Putri Kesupuk untuk datang ke istana kerajaannya ketika kerajaan hendak mengadakan sebuah pesta.

Putri Kesupuk pun datang sendirian. Kera Hitam dan kawanan kera tidak berani turut serta ke istana kerajaan karena khawatir dengan keselamatan mereka.

Pesta kerajaan itu berlangsung amat meriah. Aneka makanan dan minuman disajikan dan bebas dinikmati para undangan. Begitu pula aneka hiburan digelar serta aneka permainan diadakan. Sang Pangeran turut serta dalam permainan perang-perangan. Putri Kesupuk merasa khawatir dengan keselamatan Sang Pangeran hingga ia pun turun ke tengah gelanggang permainan untuk menghentikan permainan perang-perangan tersebut.

Gemparlah sekalian penonton dan pemain saat mendapati seorang perempuan memasuki arena permainan. Ketika itulah Putri Kesupuk lantas membuka jati dirinya yang sesungguhnya. "Ketahuilah," katanya dengan suara lantang, "Aku adalah Putri Kesupuk, putri bungsu Raja Sasak. Akulah putri yang dahulu dibawa pergi Kerbau Putih yang menjadi pemenang sayembara yang diadakan ayahandaku."

Kian gemparlah segenap hadirin, termasuk pula Sang Pangeran, setelah mengetahui siapa sesungguhnya perempuan yang berada di tengah arena permainan perang-perangan itu. Putri Kesupuk lantas dibawa ke Kerajaan Sasak untuk dipertemukan dengan kedua orangtuanya.

Putri Kesupuk kemudian dinikahkan dengan Sang Pangeran. Keduanya hidup rukun dan bahagia. Meski telah tinggal di dalam istana kerajaan, namun Putri Kesupuk tidak melupakan hubungannya dengan Kera Hitam dan juga kawanan kera. Sesekali ia bersama suaminya datang ke gua tempat tinggalnya dahulu untuk bertemu dengan kawan-kawannya itu.

Pesan moral dari contoh cerpen rakyat : kisah Putri Kesupuk adalah kita hendaklah saling bantu-membantu dan bersatu demi tujuan bersama. Sahabat yang baik adalah sahabat ketika susah dan senang. oleh karena itu kita hendalah tetap bersahabat dalam keadaan apapun dengan sahabat-sahabat kita.

 

 

sumber:

  1. Dongeng Cerita Rakyat (https://dongengceritarakyat.com/contoh-cerpen-rakyat-kisah-putri-kesupuk/)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara mudah buka blokir brimo
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Kalimantan Selatan

Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.

avatar
Layanan Halo BCA 24jam Halo BCA
Gambar Entri
Lupa pasword brimo 3kali
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.

avatar
Layanan Halo BCA 24jam Halo BCA
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna