Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan DKI Jakarta Jakarta
Lapis Pepe Tunik
- 14 Maret 2019

Bahan-bahan

 
  1. 2400 ml santan (saya pakai 1000 ml kara dan 1400 ml air)
  2. 500 gram tepung sagu/tapioka
  3. 500 gram tepung terigu
  4. 500 gram gula pasir
  5. 1/2 sdt garam
  6. 1/4 sdt vanili
  7. Bahan tambahan :
  8. 6 sdm tepung terigu

Langkah

 
  1. Masak santan dan gula sambil diaduk sampai mendidih, kemudian dinginkan. Masukkan tepung sagu, tepung terigu, garam dan vanili, aduk rata, dan saring

    Lapis Pepe Tunik recipe step 1 photo
     
     
     
     
  2. Bagi adonan menjadi 4. Adonan putih, merah, orange, hijau tua dan hijau muda. 1100 ml untuk adonan putih, 400 ml untuk adonan hijau muda, 300 ml hijau tua, 300 ml orange, 300 ml merah

    Lapis Pepe Tunik recipe step 2 photo
     
     
     
     
  3. Siapkan loyang ukuran 18 x 18 yang sudah dioles minyak, tuang 200 ml adonan hijau muda lalu kukus selama 7 menit (kukusan airnya mendidih). Kemudian tuang adonan putih tipis saja di atas adonan hijau muda yang sudah dikukus. Kukus kembali selama 5 menit

    Lapis Pepe Tunik recipe step 3 photo
     
     
     
     
  4. Untuk tiap2 adonan yang sudah diberi warna merah, hijajlu tua dan orange masing2 ditambahkan 2 sdm tepung terigu dan aduk rata. Adonan warna bisa dimasukkan ke dalam piping bag atau ke dalam botol seperti pada gambar. Tuang berbentuk garis di atas adonan putih. Gak usah kaget kalau adonan bentuk garisnya bleber gak tapih, tetuskan saja. Jangan nyerah. Karena hasil akhirnya bisa bagus kok. Kukus 5 menit. Kemudian tuang kembali dengan tipis adonan putih di atasnya

    Lapis Pepe Tunik recipe step 4 photo
     
     
     
     
  5. Ini dia penampakan setelah dituang adonan putih

    Lapis Pepe Tunik recipe step 5 photo
     
     
     
     
  6. Tuang lagi adonan warna di atas adonan putih tipis tadi dengan posisi dipinggir adonan yang sudah kita buat sebelumnya. Kukus 5 menit

    Lapis Pepe Tunik recipe step 6 photo
     
     
     
     
  7. Tuang kembali adonan putih tipis saja di atas adonan warna yang sudah dikukus. Lakukan sampai mendekati garis warna lainnya.

    Lapis Pepe Tunik recipe step 7 photo
     
     
     
     
  8. Ini adalah posisi setelah berbalik arah kita beri garis warna. Lakukan sampai mendekati warna di sampingnya

    Lapis Pepe Tunik recipe step 8 photo
     
     
     
     
  9. Terakhir tutup dengan adonan warna hijau muda dan kukus selama 10 menit

    Lapis Pepe Tunik recipe step 9 photo
     
     
     
     
  10. Setelah matang, dinginkan, dan potong sesuai selera

    Lapis Pepe Tunik recipe step 10 photo
     
     
     
     
  11. Ini penampakan setelah dipotong-potong dan dibungkus plastik

    Lapis Pepe Tunik recipe step 11 photo
     
     

Resep Lapis Pepe Tunik oleh Siswaty Elfin Bachtiar - Cookpad

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu