Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kue Jawa Barat Jawa Barat
Lapis Legit Gulung Bandung
- 18 Desember 2018

Bahan-bahan

 
  1. Bahan A :
  2. 230 gr butter dingin
  3. 2 sdm kental manis
  4. Bahan B :
  5. 300 gr kuning telur (15-17btr)
  6. 115 gr gula kastor
  7. 1 sdt vanilla ekstrak
  8. 10 gr terigu
  9. 20 gr susu bubuk
  10. Bahan C:
  11. Secukupnya Buah prunes kering (me: skip)
  12. Secukupnya selai/kental manis

Langkah

 
  1. Siapkan semua bahan yg diperlukan

    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 1 photo
     
     
  2. Kocok butter dan kental manis hingga ringan dan mengembang. Sisihkan dulu

    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 2 photo
    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 2 photo
     
  3. Kocok kuning telur, gula dan vanilla ekstrak hingga kental, lalu masukkan tepung dan susu. Aduk rata.

    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 3 photo
    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 3 photo
     
  4. Campur adonan telur ke dalam adonan butter, bagi dalam 3 tahap. Aduk balik dengan spatula.

    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 4 photo
    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 4 photo
     
  5. Panaskan oven api atas bawah 180 dercel selama 15 menit. Tuang adonan lapgit sebanyak 100gr ke dalam loyang 22x22x4 yg sudah dioles dan dialas kertas baking. Ratakan, lalu panggang dengan api bawah selama 2-3menit. Matikan api bawah, lalu nyalakan api atas. Panggang hingga atasnya kecoklatan.

    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 5 photo
    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 5 photo
     
  6. Keluarkan dr oven lalu oles permukaan kue dengan butter, kemudian tekan" permukaan kue dengan alat penekan khusus, pelan saja. (me: pk punggung sendok) Lalu tuang lagi 100 gr adonan, ratakan, panggang hanya dengan api atas saja. Lakukan ini hingga adonan habis, buah prunes bisa ditambahkan di lapisan sebelum lapisan yg terakhir. Misal jk kue terdiri dr 7 lapis mk prunes ditambahkan di lapis ke 6.

     
     
     
  7. Setelah matang, keluarkan kue dr oven, biarkan 5-10 menit lalu balik kue, bagian bawah jd di atas, oles permukaan kue dengan selai/kental manis, lalu gulung. Bungkus dengan kertas baking, simpan di kulkas kurleb 3 jam sampai semalaman hingga set. Potong" lalu sajikan...

    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 7 photo
    Lapis Legit Gulung Bandung_RecookYeanniRachmat recipe step 7 photo
     
  8. Note : Suhu oven dan lama pemanggangan tergantung oven masing" yaa... kue yg aq bikin ini masih banyak kekurangannya sih, tp utk rasa oke banget.

sumber: https://cookpad.com/id/resep/6168133-lapis-legit-gulung-bandung_recookyeannirachmat

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu