Lapis daging merupakan makanan khas masyarakat Jawa Timur, khususnya daerah Probolinggo. Masakan ini berbahan dasar utama daging, dapat berupa daging sapi maupun kambing yang diiris tipis-tipis. Irisan daging tersebut akan di celupkan pada telur yang telah dikocok, lalu dagingpun digoreng kedalam minyak panas. Hali ini bertujuan untuk mempertahankan bentuk irisan daging yang tipis agar tidak mudah hancur saat dimasak. Karena teknik pembuatan yang unik tersebut ada juga yang menyebut masakan khas ini dengan nama bistik daging telur. Pencampuran daging dengan terlur juga menciptakan rasa daging yang lebih gurih ketika telah dimasak bersama dengan bumbu-bumbu lainnya. Masakan ini bercita rasa gurih yang nikmat dan digemari banyak orang dari semua kalangan umur.
Berikut merupakan resep cara pembuatan lapis daging khas Probolinggo ini:
Bahan:
750 g daging has sapi
½ sdt garam
½ sdt merica bubuk
2 btr telur
3 sdm mentega
3 siung bawang putih, cincang halus
100 g bawang bombai, cincang kasar
500 ml air
2 bh cengkih
1 bh pala, belah jadi 2 bagain
2 bh tomat merah, potong dadu
50 ml kecap manis
½ sdt garam
Pelengkap:
2 sdm mentega
150 g kentang, potong sesuai selera, kukus
150 g wortel, potong sesuai selera, kukus
1 sdt peterseli cincang
Cara Membuat:
1. Potong daging melintang setebal 1 cm. Pukul-pukul setiap irisan daging dengan pemukul daging hingga melebar dan tipis.
2. Lumuri daging dengan garam, merica bubuk, dan telur, aduk sampai rata.
3. Panaskan 2 sendok makan mentega di wajan antilengket, tata daging, masak sampai daging berubah warna. Angkat dan sisihkan.
4. Panaskan sisa mentega, tumis bawang putih dan bawang bombai sampai harum. Tambahkan daging, air, cengkih, pala, tomat, kecap manis, dan garam, masak sampai semua bahan matang dan kuah tinggal sedikit. Angkat. Sisihkan.
Pelengkap:
Panaskan mentega, masukkan kentang kukus, dan wortel kukus, aduk rata. Tambahkan peterselli cincang, aduk rata. Angkat, sisihkan. Sajikan Bistik Daging Lapis Telur dan pelengkapnya.
Sumber: nova.grid.id
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...