Lapa lapa yaitu makanan khas sulawesi tenggara, lapa lapa memiliki rasa yang gurih dan nikmat di lidah, terlebih dimakan dengan ikan asin semakin menambah selera makan anda. ni bila di jawa kemungkinan lebih dikenal dengan Kuliner lepet/lepat, namun cara memasak lapa-lapa tidak sama dengan epet/lepat lantaran bila lapa lapa berasnya dimasak bersama sama santan, hingga setengah masak lalu diangkat. Kemudian didinginkan Serta setelah itu dibungkus dengan janur Kemudian di rebus kembali hingga masak. Agar terasa lebih gurih, lapa-lapanya dikukus agak lama.
Proses pembuatan lapa-lapa membutuhkan waktu kurang dari 2 jam dengan dua langkah penyajian yaitu dengan terlebih dahulu dinanak dan kemudian direbus.
Cara Membuat Lapa-Lapa Khas Sulawesi Tenggara Enak
Proses menanak nasi pada pembuatan lapa-lapa dilakukan hingga beras berubah menjadi nasi aron atau belum terlalu matang sehingga masih berasa sedikit ada rasa berasnya meskipun sudah agak lunak. Nasi aron ini kemudian dibungkus dengan daun pisang untuk selanjutnya diproses menuju tahap kedua yaitu perebusan hingga menjadi lembek. Lapa-lapa yang sudah jadi dapat dinikmati bersama ikan asin atau masakan sedap lainnya. Berikut ini adalah komposisi dan langkah pembuatan makanan lapa-lapa khas Buton, Sulawesi Tenggara selengkapnya.
Resep Lapa-Lapa Buton
Bahan dan Bumbu 1. Beras1 kg 2. Kelapa 2 butir, parut halus dan peras untuk diambil santannya 3. Garam halusý sendok makan 4. Daun pisang secukupnya 5. Tali (dari pelepah pohon pisang) secukupnya
Langkah Membuat Makanan Lapa-Lapa Khas Buton Sulawesi Tenggara Enak
Nikmati sedapnya makanan lapa-lapa khas Buton Sulawesi Tenggara dengan pendamping lauk pauk seperti ikan asin atau tanpa lauk pauk juga tak masalah.
referensi : http://www.bloggersbugis.com/2014/11/makanan-khas-sulawesi.html?m=1 https://resepdanmakanan.com/cara-membuat-lapa-lapa-khas-sulawesi-tenggara-enak/
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland
Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.