Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Ringan Jawa Tengah Kebumen
Lanting, Camilan Khas Kebumen

Camilan ini merupakan salah satu oleh oleh wajib untuk dibeli, terutama ketika berkunjung ke wilayah wilayah di Jawa Tengah, rasanya yang gurih ditambah harganya yang murah menjadikan banyak orang ketagihan.

Oleh karena itu, saya selaku penulis akan mencoba menjelaskan asal usul lanting, bahan bahan pembuatan, cara membuatnya, hingga inovasi yang telah dikembangkan oleh masyarakat sekitar.

                Peta di atas merupakan peta wilayah yang banyak memproduksi camilan lanting ini. Secara lebih lengkap, camilan lanting berasal dari Kecamatan Kuwarasan. Saat ini, industri kecil lanting terus berkembang dan tersebar di sejumlah kecamatan. Setidaknya ada 12 kecamatan di Kebumen yang memiliki indrutri pembuatan lanting. Sebagai makanan khas yang sudah ada sejak nenek moyang tersebut menjadikan lanting selain sebagai makanan khas juga dapat dijadikan sebagai sumber perekonomian yang bagus bagi daerah sekitar.

 

Setelah mengetahui sejarah singkat dari lanting ini, berikut akan dijabarkan bahan bahan pembuatannya:

  • Singkong 1.5 kg
  • Bawang putih 6 butir, ulek halus
  • Ketumbar ¾ sdm, ulek halus
  • Secukupnya garam halus
  • Secukupnya pewarna makanan (bila suka)
  • Secukupnya minyak goreng

 

Adapun cara pembuatannya adalah sebagai berikut:

  1. Singkong yang sudah disiapkan kemudian dikupas bagian kulitnya dan dipotong menjadi beberapa bagian. Setelah itu, potongan singkong dicuci sampai bersih.
  2. Selanjutnya singkong direndam sekitar 60 menit lamanya. Angkat dan tiriskan.
  3. Masukkan potongan singkong ke dalam pengukusan dan biarkan matang hingga teksturnya berasa empuk. Angkat lalu tumbuk halus.
  4. Campurkan singkong yang sudah ditumbuk halus dengan garam, ketumbar dan bawang putih halus. Aduk merata.
  5. Pisah adonan singkong menjadi dua lalu campurkan salah satunya dengan pewarna makanan. Sementara adonan singkong satunya lagi dibiarkan tanpa campuran pewarna makanan.
  6. Selanjutnya adonan singkong dipilin secukupnya hingga membentuk tali. Untuk lebih praktis, gunakan mesin penggiling.
  7. Setelah itu, potong kembali adonan yang telah dipilin tadi hingga ukurannya lebih pendek, lalu bentuk melingkar atau serupa angka 8. Begitu seterusnya sampai adonan singkong tak tersisa.
  8. Letakan adonan singkong yang sudah dibentuk tadi pada tampah dan keringkan dengan dijemur dibawah panas matahari langsung. Proses pengeringan bergantung pada cuaca saat itu.
  9. Setelah lanting kering, berikutnya goreng matang dan garing supaya teksturnya renyah. Angkat dan tiriskan.
  10. Simpan lanting dalam wadah kedap udara untuk dinikmati nanti.

 

Adapun inovasi dari pembuatan lanting ini yaitu dari bumbu yang dipakai, diantaranya adalah rasa pedas, pedas manis, lombok hijau, jagung bakar, keju, dll.

Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia wajib berkontribusi dalam melestarikan makanan makanan daerah seperti contohnya camilan lanting ini, yaitu dengan cara membelinya atau bahkan membantu memperkenalkan ke luar negeri.

 

#OSKMITB2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu