Lalampa merupakan makanan khas Manado berupa lemper di Jawa namun yang membedakan lalampa dengan lemper adalah dari segi isi dan cara membuatnya. Isi lalampa biasanya berupa daging ikan laut yang dibumbui dengan rasa pedas serta cara membuat lalampa bukan dikukus melainkan di bakar. Sebelum dibakar biasanya lalampa akan diolesi dengan minyak sayur sehingga membuat aromanya menjadi lebih kuat.
Berikut adalah bahan dan cara membat lalampa:
Bahan Membuat Kue Lalampa :
350 ml santan kental
1 liter beras ketan putih ( rendam kurang lebih sekitar satu jam lalu tiriskan)
1 sendok teh garam
daun pisang ( untuk bungkusan)
2 lembar daun salam
Bahan Isi Lalampa :
300 gram daging ikan tongkol (kukus hingga matang, lalu disuwir-suwir)
7 butir bawang merah
1 sendok teh garam
50 ML santan kental
2 siung bawang putih
3 buah cabe merah
2 batang serai (iris halus)
3 sdm minyak goreng (untuk tumisan)
2 lembar daun jeruk ( iris halus)
Cara Membuat Kue Lalampa Khas Manado :
· Langkah pertama, didihkan air di dalam dandang lalu kukus ketan hingga terlihat setengah matang, kemudian angkat
· Langkah berikutnya, masak santan beserta garam dan daun salam hingga mendidih. Lalu masukkan ketan ke dalam santan, Kemudian aduk hingga santan menyerap. setelah itu, kukus lagi ketan hingga matang, lalu angkat dan sisihkan.
· Selanjutnya, Membuat isian: haluskan bawang putih beserta bawang merah, garam dan cabe merah.lalu tumis bersama serai dan daun jeruk sampai beraroma harum. Kemudian masukkan ikan tongkol beserta santan, setelah itu masak sambil diaduk hingga matang
· Terakhir, Proses Pembungkusan Lalampa : Ambil selembar daun pisang, lalu letakan beberapa sendok teh ketan dan
· beri adonan isi secukupnya (sesuai selera). Kemudian bungkus dan semat lalu kukus selama kurang lebih 20 menit/hingga matang. Setelah itu bakar kue lalampa diatas bara arang atau kompor sebentar saja (untuk memberi kesan dibakar saja). Setelah kulit pembungkus terlihat agak terbakar, segera angkat dan sajikan kue lampa buatan anda.
Referensi:
Angelia, Tia. 2015. Aneka Resep Masakan Lengkap. Tuban. Duta Media
http://www.masakankoki.com/resep-cara-membuat-kue-lalampa-khas-manado-enak-praktis/#_
http://manado.tribunnews.com/2013/08/08/lalampa-hidangan-lemper-khas-manado?page=4
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...