Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Magelang
Kupat Tahu - Magelang - Jawa Tengah
- 8 Juli 2015

 

                 thumb_600.jpg?1345604837

      Salah satu menu khas magelang adalah kupat tahu magelang ini. Bahan utama Kupat Tahu ialah tahu, yang dicampur dengan ketupat (kupat), berbagai macam sayuran, yang disiram dengan bumbu kacang. Makanan yang merupakan khas masakan Indonesia ini, terdapat berbagai jenis, mulai dari kupat tahu Bandung, kupat tahu Magelang, kupat tahu Solo, kupat tahu Singaparna, dan yang lainnya. Perbadaan jenis bukan hanya terletak pada nama daerah tetapi juga rasanya, dikarenakan perbedaan resep bumbu walaupun menggunakan bahan utama yang sama.

      Jadi bagi Anda yang ingin mencoba masakan kupat tahu asli enak khas magelang ini, tidak perlu jauh-jauh ke kota magelang untuk mencoba masakan satu ini. karena saya akan berbagi  Resep kupat Tahu Asli Enak Khas Magelang untuk Anda sehingga Anda bisa membuatnya dirumah. Berikut resep makanan Kupat tahu Khas Magelang ini.

 Bahan-Bahan:

  • 4 buah ketupat siap pakai
  • 150 gram kol, diiris halus
  • 150 gram taoge, diseduh
  • 1 tangkai seledri, diiris halus untuk taburan
  • 2 sendok makan bawang goreng untuk taburan
  • 100 gram kerupuk kanji

Bahan Bakwan:

  • 150 gram tepung terigu protein sedang
  • 200 ml air
  • 50 gram wortel, diiris korek api
  • 2 lembar (75 gram) kol, diiris halus
  • minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus:

 

  • 1 siung bawang putih
  • 2 butir bawang merah
  • 1 sendok teh garam
  • 1 butir kemiri, disangrai
  • 1/4 sendok teh merica

Bahan Tahu Goreng:

  • 200 gram tahu putih
  • 100 ml air
  • minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus:

  • 1 sendok teh garam
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 sendok teh ketumbar

Bahan Kuah:

  • 1000 ml air
  • 100 gram gula merah, disisir halus
  • 4 sendok makan kecap manis
  • 1/4 sendok teh garam

Bahan Bumbu Per Porsi:

  • 1/2 siung bawang putih
  • 1 buah cabai rawit merah
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/2 sendok makan (10 gram) kacang tanah goreng

Cara membuat Kupat Tahu Khas Magelang:

  1. Bakwan: aduk rata tepung terigu, bumbu halus, dan air. Tambahkan wortel dan kol. Aduk rata. Sendokkan adonan dalam minyak yang sudah dipanaskan. Goreng sampai matang.
  2. Tahu goreng: aduk rata bumbu halus dan air. Rendam tahu dengan campuran bumbu halus. Goreng sampai matang. Potong-potong.
  3. Kuah: rebus air dan gula merah sambil diaduk sampai gula larut. Angkat dan saring. Tambahkan kecap manis dan garam. Masak sambil diaduk sampai mendidih.
  4. Bumbu per porsi: ulek halus bawang putih, cabai rawit merah, dan garam. Tambahkan kacang tanah. Ulek kasar. Tuang 150 ml kuah. Ulek rata.
  5. Tata ketupat, kol, dan taoge. Siram dengan ulekan bumbu, bakwan, dan tahu. Tabur seledri, bawang goreng, dan kerupuk kanji.
  6. Untuk 4 porsi

      Nah, itulah Resep kupat Tahu Asli Enak Khas Magelang yang bisa Anda coba dirumah. nikmatilah Kupat tahu khas magelang ini bersama keluarga tercinta rasanya pasti Nikmat. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba :)

 

Sumber: http://widhiaanugrah.com/resep-kupat-tahu-asli-enak-khas-magelang/

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu