Ikan semah termasuk Kuliner khas dari Kabupaten Kerinci, Jambi. Gulai ikan semah merupakan incaran wisatawan yang ingin menikmati masakan ikan air tawar.
Bentuk ikan semah kurang lebih sama seperti ikan bandeng. Kulitnya bersisik dan terlihat mengkilap. Penduduk Jambi biasanya mengolah ikan tersebut menjadi gulai.
Cabai rawit, garam, jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, dan santan menjadi bumbu ikan semah yang disantap dengan nasi, beras payo. Disarankan memilih ikan semah yang ukurannya besar karena dagingnya padat, sedangkan ikan semah yang kecil memiliki tulang yang cukup banyak.
Sisik ikan semah bisa dimakan. Teksturnya agak kenyal namun renyah. Ikan semah hidup di sungai yang arusnya deras. Salah satu tempat budi daya ikan semah yang populer adalah Kolam Pertiwi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Pendung Talang Genting, Kabupaten Kerinci.
Pelancong yang sedang berkunjung ke Danau Kerinci bisa menikmati gulai ikan semah ini sambil menikmati pemandangan. Sejumlah rumah makan di sekitar Danau Kerinci juga menyediakan sajian tersebut.
Sumber : https://travel.tempo.co/read/1174455/kuliner-gulai-ikan-semah-sisiknya-juga-enak-dimakan/full&view=ok
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...
Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...