Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kue Tradisional Sulawesi Tengah Palu
Kue Tetu Palu
- 8 Desember 2017

Kue Tetu merupakan penganan khas yang berasal dari Sulawesi, khususnya kawasan Sulawesi Tengah. Kue satu ini tergolong kedalam jenis kue basah yang terbuat dari campuran utama tepung terigu, santan dan gula merah. Kue ini cukup populer dan digemari oleh warga Sulawesi, dan sangat mudah untuk ditemui dipusat jajanan pasar. kue Tetu bercita rasa manis karena menggunakan gula merah sebagai perasa. Kue Tetu mempunyai rasa gurih dan manis yang berpadu sempurna dan sangat cocok dinikmati saat bersantai. Warga Sulawesi biasanya menjadikan kue ini sebagai takjil buka puasa.

Berikut merupakan resep cara pembuatan Kue Tetu ini, antara lain:

 
Bahan-Bahan:
  1. Tepung terigu 400 gram
  2. Santan Kental 200 ml
  3. Santan Cair 800 ml
  4. Gula Pasir 1 gelas
  5. Gula Merah secukupnya
  6. Garam secukupnya
  7. Daun Pandan, digunakan untuk tempat cetakan / mengukus dan sebagai pewangi kue Tetu
 
 
Cara Membuat:
  1. Campurkan Tepung terigu, Santan cair, Gula Pasir, dan garam, kemudian aduk semua bahan hingga menjadi adonan yang halus tanpa ada gumpalan
  2. Panaskan santan kental menggunakan api kecil - sedang, aduk perlahan agar santan tidak pecah dan mudah basi
  3. Siapkan daun Pandan yang sudah dibentuk seperti mangkok / perahu sebagai cetakan Kue Tetu, kemudian taburi cetakan dengan gula merah sesuai selera.
  4. Tuangkan adonan tepung terigu diatas cetakan yang telah ditaburi gula merah kira-kira 3/4 dari ukuran cetakan (jangan terlalu penuh), kemudian kukus sampai setengah matang kira-kira 15-25 menit.
  5. Setelah itu tuangkan santan kental yang telah dimasak diatas kue Tetu setengah matang,
  6. Lanjutkan mengukus hingga matang, 
  7. Angkat, dinginkan dan Sajikan

 

Bisa dibeli di:
MAMA Toko Kue dan Es Krim 
Jalan Serui No.19, Pattunuang, Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90173
(0411) 3617453

 

Sumber: taugitu.com

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker