Makanan Minuman
Makanan Minuman
Jajanan Tradisional Jawa Timur Surabaya
Kue Talam Kacang Hijau
- 27 Maret 2017

Kue Talam Kacang Hijau adalah salah satu kue khas Madura. Sekilas kue ini mirip kue Aria Kusuma dari Banjarmasin, tapi kalau dilihat bentuknya saja sudah jauh berbeda. Bahan yang digunakan pun tidak sama. Aria Kusuma berbahan utama tepung beras sedangkan dalam resep Talam Kacang Hijau khas Madura, kacang hijaulah yang menjadi bahan utamanya. Kue Talam ini berbeda dengan talam pada umumnya. Kue ini cenderung mirip dengan bolu kukus. Kacang hijau yang direbus dihaluskan sehingga menjadi tepung kemudian diolah bersama gula pasir, telur ayam serta santan dan penyedap lainnya. Dikukus dalam loyang lalu disajikan dengan dipotong-potongi,hampir mirip bolu kukus.

Bahan-bahan: 130 gram kacang hijau ¾ ons gula pasir 4 butir telur ayam 75 ml santan dari 1 butir kelapa ¼ sendok teh garam Sepucuk sendok teh vanili Minyak goreng sebagai olesan

Cara Membuat: 1. Persiapkan semua kebutuhan untuk mengolah talam kacang hijau khas Madura sesuai takaran di atas. 2. Kedua, ambil kacang hijau dan bersihkan sebentar lalu sangrai selama 20 menit dengan api kecil. 3. Berikutnya, angkat dan dinginkan sebentar. Kemudian haluskan dengan cara diblender supaya menjadi tepung kacang hijau. Sisihkan sebentar. 4. Selanjutnya, dalam sebuah wadah silahkan mencampur gula dan telur. Kocok sampai mengembang selama 10 menit. 5. Lalu tambahkan tepung kacang hijau tadi sembari diayak dan diaduk perlahan-lahan hingga merata. 6. Setelah itu, beri garam dan vanili. Tuangi juga santan sedikit demi sedikit sambil tetap diaduk rata. 7. Kemudian siapkan loyang dengan diameter 18 cm yang sudah diolesi minyak goreng tipis-tipis serta dialasi plastik. 8. Tuangkan adonan ke dalamnya sambil diratakan. Sesudah itu, kukus dengan api sedang selama seperempat jam. 9. Angkat lalu dinginkan sebelum dipotong-potongi sesuai selera. 10. Hidangan siap disajikan di piring saji untuk segera dinikmati.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
PEKUYA ( Pesan Kue Surabaya )
Shopping mall in Surabaya, Indonesia
Address: Jl. Bendul Merisi Permai No.b17, Bendul Merisi, Wonocolo, Kota SBY, Jawa Timur 60239
Phone: 0813-3145-6174

 

Sumber: http://www.masakandapurku.com/2016/05/resep-membuat-talam-kacang-hijau-khas.html?m=1

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara Aktivasi BNIdirect bisnis
Alat Musik Alat Musik
Bali

Layanan Halo BNI tersedia selama 24 jam penuh setiap hari dan dapat diakses melalui WhatsApp ( 081252934601 ) info lebih lanjut.Layanan Halo BNI tersedia selama 24 jam penuh setiap hari dan dapat diakses melalui WhatsApp ( 081252934601 ) info lebih lanjut.

avatar
Bungacentika baru
Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker