Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Barat Bandung
Kue Sus vla Alpukat - Bandung - Jabar
- 13 Februari 2018

Bahan-bahan

  • 125 gram mentega
  • 250 ml air
  • 138 gram tepung terigu
  • 4 buah telur
  • 1 sdt vanilla extract
  • Sejumput garam

Vla alpukat:

  • 3 butir kuning telur
  • 80 gram tepung maizena
  • 100 ml susu kental manis (80 ml jika tidak suka terlalu manis)
  • 2 sdm Gula pasir
  • 200 ml Susu cair full cream
  • 300 ml air putih
  • 1 sdt vanilla extract
  • 2 sdm mentega
  • 50 gram alpukat, haluskan

 

Cara Membuat

  1. Masukkan air dan mentega kedalam panci, panaskan sampai mendidih. Matikan api
  2. Masukkan tepung terigu, aduk2. Nyalakan api lagi, aduk2 sampai kalis, adonan tidak menempel lagi di panci. Matikan api, biarkan sampai dingin
  3. Siapkan mixer, lalu masukkan adonan tambahkan telur satu persatu, tunggu telur tercampur rata baru masukkan telur berikutnya, begitu seterusnya sampai telur habis. Mixer sampai adonan kental dan mengkilat
  4. Siapkan piping bag beri spuit bintang, masukkan adonan
  5. Adonan siap dicetak diatas loyang yang telah dialasi kertas baking.
  6. Panggang di suhu 200℃ selama 20 menit dan turunkan suhu menjadi 180℃, panggang lagi 20 menit.
  7. Angkat dari oven saat buih2 diatas soes sudah tidak terlihat dinginkan, isi dengan vla
  8. Siapkan panci masukkan telur, susu kental manis< susu cair, air, gula, tepung maizena juga vanilla extract. Saring. lalu panaskan sampai meletup2. Masukkan mentega, biarkan leleh menteganya. Matikan api. Angkat masukkan alpukat. aduk rata.
  9. Tunggu dingin. Lalu masukan kedalam piping bag, dan semprotkan ke dalam kulit soes.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Soes Merdeka
Bakery
Address: Jl. W.R. Supratman No.25, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114
Phone: (022) 85880709

 

sumber: https://cookpad.com/id/resep/3174583-soessus-vla-alpukat

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker