Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kue Jawa Barat Bandung
Kue Sus
- 4 Juli 2015
 

    Resep+Kue+Sus.jpg

       Kue Sus ini tidak asing lagi bagi masyarakat Bandung khususnya, bahkan bukan hanya masyarakat Bandung saja, akan tetapi sudah tak asing lagi buat masyarakat di luar kota Bandung, terutama wilayah atau kota-kota di pulau Jawa.


     Kue sus (berasal dari bahasa Belanda yakni soes) adalah kue berbentuk bundar dengan rongga berisi fla (vla), custard, atau daging. Kue sus dengan isi vla atau custard disajikan setelah didinginkan di lemari es, karena vla atau custard yang berbahan baku susu mudah menjadi basi. Bentuk kue yang bundar seperti kubis menjadikan kue ini disebut choux (dalam bahasa Perancis artinya kol).

      Adonan kue sus bukan didapat dari mengocok telur atau mentega dengan gula. Adonan kue sus dibuat dari menambahkan tepung terigu ke dalam campuran air yang dimasak bersama margarin atau mentega hingga mendidih. berikut ini akan kami bagikan selengkapnya mengenai Resep Kue Sus, baik bahan maupun cara pembuatannya.

Bahan Utama Pembuatan Kue Sus:

  • 250 ml air
  • 125 gram margarin
  • 125 gram tepung terigu protein sedang
  • 4 butir telur ayam
  • 1/2 sdt garam halus
  • 1/4 sdt baking powder

Bahan Untuk Pembuatan Vla:

  • 300 ml susu tawar cair
  • 75 gram gula pasir
  • 4 sdm tepung maizena
  • 2 sdm tepung terigu
  • 2 butir kuning telur
  • 1 sdm mentega
  • 1 sdm rum
  • 1/4 sdt garam
  • 1/4 sdt pasta vanili

Cara Membuat Vla (Buat Terlebih Dahulu):

  1. Pertama sekali, larutkan tepung maizena, tepung terigu, gula dan garam dengan susu tawar cair, aduk hingga rata.
  2. Kemudian masak sampai mendidih kemudian mengental dan matang. Lalu angkat, sisihkan.
  3. Selagi masih panas, tambahkan mentega, vanili, kuning telur dan rum. Aduk sampai adonan vla rata. Lalu dinginkan.
  4. Nah, selesai. Vla siap digunakan untuk olesan isi kue sus.

Cara Membuat Kue Sus:

  1. Langkah awal, didihkan air, masukkan margarin dan garam, rebus hingga mendidih.
  2. Setelah itu, masukkan tepung terigu perlahan-lahan sambil terus diaduk hingga terbentuk adonan yang rata, kental, licin, dan kalis atau tidak lengket di panci. Angkat, diamkan.
  3. Setelah adonan menjadi hangat, masukan baking powder dan telur satu persatu sambil diaduk hingga adonan tercampur rata.
  4. Tuang adonan ke dalam plastik segi tiga / piping bag yang bagian ujungnya telah diisi dengan sepuit bintang.
  5. Semprotkan adonan ke atas loyang yang sudah di oles margarin.
  6. Panggang adonan di dalam oven yang bersuhu 200 derajat celcius hingga kue mengembang, matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, sisihkan.
  7. Terakhir, potong sisi kue, isi dalamnya dengan vla. Hidangkan.


       Selamat mencoba membuat Kue Sus khas Bandung ini, semoga hasilnya memuaskan dan semoga bermanfaat

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Soes Merdeka Bandung
Bakery
Located in: La Grande Merdeka Taman Sari
Address: Taman Sari La Grande Apartemen Lantai LG, Jalan Merdeka No.27, Babakan Ciamis, Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117
Phone: (022) 85880709

 

Sumber: http://www.resepmasakindonesia.com/2014/09/resep-kue-sus.html

 

 
 
 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu