Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kue Jawa Barat Tasikmalaya
Kue Regginang Khas Tasikmalaya
- 5 September 2015

 

                    204822_845c77e2-13d5-11e4-b6ff-cbe74908a8c2.jpg

       Rengginang  merupakan salah satu makanan khas Negeri kita loh sobat. tepatnya didaerah Tasikmalaya, Jawa Barat Indonesia. Selain rasanya yang gurih dan renyah, kue kering ini juga kadang sulit ditemukan kecuali pada waktu musimnya. Biasanya di kampung saya pada saat musim hajatan. Hajatan tau kan? Itu loh acara pernikahan atau sunatan anak kecil. Kue rengginang biasanya udah jadi makanan wajib untuk para tamu undangan.

      Nah, ngomong-ngomong soal kue rengginang, mungkin sebagian dari anda penasaran seperti apa sih kue yang satu ini. Daripada penasaran, yuk sama-sama kita buat aja. Siapin dulu alat-alat masaknya dan siapin bahan-bahan di bawah ini ya?


Bahan-bahan:

  • beras ketan, 800gr 
  • 5 butir bawang putih, dihaluskan
  • 1 sendok teh terasi
  • 1 sendok teh garam
  • 300ml air

Alat:

  • Cetakan berukuran bundar diameter 4cm

Cara Membuatnya:

  1. Beras ketan direndam dalam air selama kurang lebih tiga jam. Setelah itu dikukus dalam dandang hingga ketan setengah matang.
  2. Didihkan 300ml air, tambahkan bawang putih, garam dan terasi. Jangan lupa di aduk-aduk hingga larut. Lalu masukan ketan dan masak sampai airnya berkurang dan habis. Kalo mau ketannya berwarna-warni tetesin pewarna makanan ya
  3. Langkah selanjutnya yaitu pindahkan ketan yang sudah diberi bumbu tadi dalam sebuah dandang. Lalu di kukus selama kurang lebih 25 menit hingga matang. Setelah matang, angkat dan keluarkan.
  4. Nah langkah selanjutnya adalah pencetakan. Selagi masih panas ketan dicetak dalam cetakan. Setelah semuanya selesai kemudian jemur di terik sinar matahari sampai mengering.
  5. Setelah kering, langkah selanjutnya ketan udah siap digoreng nih sobat. Kita siapin dulu minyak gorengnya. Dipanaskan terlebih dahulu, jangan lupa juga goreng dalam minyak yang banyak yuaa.
  6. Goreng sampai rengginang mekar dan matang. Setelah itu angkat, ulangi sampai semua selesai digoreng.
  7. Rengginang renyah pun siap disajikan.

      Gimana mudah bukan cara membuatnya, demikian resep dan cara membuat Kue Rengginang khas Tsikmalaya. Semoga berhasil ya. Selamat mencoba.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
NESA Toko Oleh-Oleh Khas Tasik
Gift shop in Tasikmalaya, Indonesia
Address: Jl. Paseh No.106, Tuguraja, Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat 46125
Phone: 0813-2393-3753

 

Sumber: http://duniakulinernusantara.blogspot.co.id/2013/04/cara-membuat-rengginang-renyah.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker