Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kue Jawa Timur Banyumas
Kue Pukis
- 20 Desember 2015

 

Pukis Banyumas

Bahan :

375 ml santan dari 1/2 butir kelapa
2 lbr daun jeruk purut (saya plus daun pandan 2 lbr)
1/4 sdt garam 
2 butir telur
150 gr gula pasir
250 gr terigu serbaguna/protein sedang
1/4 bungkus (4 gr) ragi/yeast instan
1/4 sdt vanili bubuk 
75 ml susu kental manis putih
100 gr margarin blueband, cairkan
15 gr mentega wijsman, cairkan
1/2 sdm coklat bubuk, larutkan dalam 1 sdm air panas 

Cara membuat :

 

  1. Rebus santan, daun jeruk dan garam sampai mendidih sambil diaduk-aduk supaya santan tidak pecah. Angkat dan biarkan hangat. Saring dan buang daun jeruknya. Masukkan susu kental manis dan aduk sampai rata.
  2. Campur bahan kering seperti terigu, yeast dan vanili bubuk, sisihkan.
  3. Dalam wadah besar kocok telur dan gula menggunakan mixer speed tinggi sampai putih, kental dan mengembang. Masukkan campuran terigu berselang-seling dengan santan hangat sambil dikocok dengan mixer speed rendah sampai rata. Awali dan akhiri dengan tepung.
  4. Masukkan margarin dan mentega cair, kocok lagi dengan speed rendah sampai rata (aduk balik pake spatula juga boleh). Tutup wadahnya dan fermentasikan di tempat hangat selama 1 jam sampai mengembang.
  5. Bagi adonan jadi 2 bagian. Satu bagian diberi larutan coklat dan sisanya putih/plain. Siapkan cetakan pukis, olesi dengan minyak goreng tipis-tipis dan panaskan dengan api kecil.
  6. Tuang adonan putih setinggi 1/2 cetakan, menyusul adonan coklat sampai 3/4 penuh. Tutup dan panggang sampai permukaannya kering/matang.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Toko Kue Cara Bikang Pukis Banyumas
Cafe
Address: I, Jl. Mekar Saluyu, Cilendek Bar., Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16112
Phone: 0858-9264-7129

 

Sumber:http://rina-dapurmanis.blogspot.co.id/2015/04/pukis-banyumas.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker