Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Timur Gresik
Kue Pudak
- 4 Oktober 2017

Pudak termasuk kue tradisional asli yang berasal dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Kue pudak dibuat dengan menggunakan bahan yaitu tepung beras, gula pasir atau gula jawa, dan santan kelapa yang olah dan dibungkus dengan pelepah daun pinang (ope). Kue ini memiliki rasa yang manis dan enak. Selain itu kue pudak juga ada yang dibuat dengan menggunakan sagu yang disebut dengan Pudak Sagu. Terdapat tiga macam kue pudak yang ada di Gresik antara lain pudak putih, pudak merah, dan pudak sagu. Biasanya masyarakat yang berkunjung ke Kabupaten Gresik akan menyempatkan diri untuk membeli kue pudak dan dimanfaatkan sebagai oleh – oleh khas dari Kabupaten Gresik.

Dengan semakin berkembangnya jaman dan kreatifitas dari masyarakat atau pembuat kue pudak, kini rasa dari pudak sudah sangat banyak dan bahkan bermacam – macam. Para pembuat kue pudak berlomba – lomba untuk berkreasi dengan menbuat pudak yang berbeda seperti dengan membuat pudak yang berwarna hijau dengan tambahan daun pandan yang harum, bahkan terkadang juga mereka menggunakan daun suji sebagai bahan untuk pewarna kue pudak. Kue pudak memanglah kue yang unik, khas dan memiliki kemasan yang berbeda dari kue – kue pada umumnya. Kue pudak hanya dijual dan tersedia di toko – toko kue atau pasar tradisional yang ada di Kabupaten Gresik saja, sedangkan di daerah lain masih jarang yang menjual kue pudak. Oleh karena itu kami akan berbagi informasi resep dan cara untuk membuat kue pudak khas Gresik yang enak dan sederhana.

Bahan – bahan yang dibutuhkan :

  • Daun pinang (ope) secukupnya
  • 1 kg Tepung beras
  • 1 liter Santan kelapa
  • 250 gram Gula pasir atau gula Jawa
  • Vanilla secukupnya
  • Daun pandan secukupnya (diikat simpul)

Cara membuat Kue Pudak Khas Gresik yang Enak dan Sederhana :

  • Mula – mula yaitu daun pinang atau ope dipotong – potong dengan ukuran 20 cm x 15 cm kemudian dilipat dan dijahit untuk menyatukan sisi daun tersebut. Lalu sisihkan.
  • Setelah itu, siapkan panci rebusan dan letakkan di atas kompor lalu tuangkan santan kelapa, masukkan tepung beras, gula pasir, vanilla, dan daun pandan ke dalam panci tersebut kemudian aduk – aduk hingga semua bahan tercampur merata dan masak dengan api yang sedang hingga mendidih.
  • Kemudian ambillah sebuah daun pinang yang sudah dijahit tadi dan tuangkan rebusan santan tadi ke masing – masing bungkus (ope) kue pudak secukupnya.
  • Lalu siapkan panci kukusan yang sudah diisi dengan air secukupnya, kemudian letakkan sarangan panci tersebut dan barulah masukkan bungkusan pudak ke dalam panci kukusan, kukus hingga matang selama beberapa menit di atas api berukuran sedang.
  • Setelah dirasa sudah matang, angkat dan keluarkan bungkusan pudak dari dalam panci kukusan lalu ikat bungkusan tersebut dengan menggunakan tali rafia dan biarkan kue pudak dingin.
  • Kue pudak sudah siap dihidangkan. (Untuk proses penyimpanan kue pudak sebaiknya di ikat dengan tali rafia dan digantung, sehingga rasa dan kualitas yang ada dalam kue pudak tetap terjaga).

Kue pudak yang baru saja Anda buat bisa mengenyangkan perut Anda yang sedang lapar dan jajanan ini juga kaya akan kalori yang baik untuk kesehatan tubuh. Kue pudak dapat disimpan dan bertahan selama tiga hari apabila diangin – anginkan. Dalam pembatan kue pudak memang sedikit rumit khususnya proses memotong melipat, dan menjahit daun pinangnya, dan membutuhkan ketelatenan serta kesabaran. Namun untuk proses pembuatan pudaknya cukuplah mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang termasuk bagi Anda yang masih pemula dalam hal membuat kue.

Namun tidak ada salahnya jika Anda bisa membuat kue pudak sendiri di rumah sebagai camilan atau hidangan ketika ada akan diadakan suatu acara besar atau penting seperti arisan keluarga, pesta, syukuran, atau hanya sekedar berkumpul bersama keluarga besar Anda saja. Jadi dengan membuat kue pudak sendiri, Anda tidak perlu jauh – jauh berkunjung ke Kabupaten Gresik hanya untuk membeli kue pudak. Anda cukup membuatnya sendiri di rumah, sehingga dapat lebih ekonomis dan praktis.

 

Sumber:

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Jipeng
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.

avatar
Xxxxxx
Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba Pagar Jabu - Sahan - Pohung
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Ilmu Tamba Tu
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker