Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kue Sulawesi Tengah Palu
Kue Pia Palu
- 5 Januari 2018
Bahan-bahan
  1. 300 gram tepung terigu ( protein sedang )
  2. 200 gram tepung terigu ( protein sedang )
  3. 200 gram tepung terigu ( protein rendah )
  4. 50 gram gula tepung
  5. ½ sendok teh garam
  6. 160 gram air
  7. 150 gram mentega ( tawar )
  8. 420 gram tepung terigu ( protein sedang )
  9. 200 gram tepung terigu ( protein rendah )
  10. 280 gram mentega ( tawar )
  11. 20 gram bubuk greentea
 
Bahan Isi
  1. 60 gram gula tepung
  2. 300 gram kacang hijau ( di kupas, di rendam selama 1 jam )
  3. 100 gram santaninstan
  4. 200 ml air
  5. 10 gram bubuk greentea
  6. 1 sendok makan garam
  7. 2 lembar daun pandan
  8. 250 gram air
  9. 150 gram gula air
  10. 120 gram mentega ( air )
  11. ½ sendok teh garam
 
Cara Membuat
  1. Untuk isi kue, kukus kacang hijau yang telah di rendam selama 20 menit dengan api sedang.
  2. Haluskan kacang hijau dengan menggunakan blender.
  3. Masukkan santan dan tambahkan air, bubuk greentea, gula pasir, garam, daun pandan. Aduk hingga merata.
  4. Bagi adonan masing-masing 50 gram kemudian bentuk bulat bulat dan sisihkan.
  5. Untuk kulit luar kue, campurkan gula tepung, tepung terigu, garam.
  6. Masukkan air dan aduk hingga rata kemudian masukkan mentega, aduk kembali dan diamkan hingga 15 menit.
  7. Bagi adonan masing-masing 100 gram kemudian bentuk bulat bulat dan sisihkan.
  8. Untuk kulit dalam kue, campurkan gula tepung, bubuk green tea, mentega, aduk hingga menggumpal.
  9. Bagi adonan masing-masing 100 gram kemudian bentuk bulat bulat dan sisihkan.
  10. Adonan kulit luar di pipihkan kemudian di beri dengan adonan kulit dalam, bentuk bulat bulat.
  11. Adonan di giling memanjang kemudian di gulung, sampai adonan habis.
  12. Adonan di potong menjadi 2 bagian, pipihkan kemudian beri isi dan bentuk bulat dengan motif di luar.
  13. Letakkan adonan pada Loyang dan oleskan mentega putih.
  14. Oven adonan selama 25 menit.
  15. Kue Pia Palu siap disajikan.
Bisa dibeli di:
Toko Rhema
Jalan Basuki Rahmat Palu, Birobuli Utara, Palu Selatan, Palu, Sulawesi Tengah
 
 
Sumber:
http://resepnusantara.id/kue-pia-palu/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker