Kue Pandamaran adalah salah satu kue tradisional khas Jambi. Kue ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan air perasan daun suji kemudian dikukus. Rasa dari kue ini manis dan gurih dengan tekstur yang lembut.
Bahan-bahan: 500 ml santan dari 1/2 butir kelapa 200 gram tepung beras 80 ml air perasan daun suji dan pandan 1 1/2 sdt garam daun pandan besar untuk takir, secukupnya
Bahan Isi: Gula merah sisir secukupnya
Cara Membuat: 1. Hangatkan santan dengan memanaskanya dikompor sebentar, campur dengan air daun suji, garam dan tepung beras, aduk hingga rata. 2. Letakkan 1 sdt bahan isi (gula merah) didasar takir, lalu tuang adonan. Kukus selama 20 menit. 3. Setelah setengah matang tambahkan bahan isi lagi diatas adonan, kukus selama 5 menit hingga gula meleleh. Lakukan hingga semua adonan habis. Angkat dan sajikan.
Sumber: http://ayokitamasak.blogspot.com/2015/03/resep-kue-padamaran-khas-jambi.html?m=1
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...