
Siapa tak kenal kue mendut? Kue tradisional khas Jawa ini termasuk jajanan pasar yang mulai jarang dijumpai. Kue mendut adalah penganan berbahan tepung ketan yang diberi isian unti kelapa di dalamnya, kemudian disiram kuah santan kental dan dibungkus daun pisang. Tapi, tak jarang bila daun pisang tak ada, dibungkus plastik tebal atau mangkuk alumunium foil pun jadi.
Tekstur kue mendut ini kenyal, mirip dengan klepon karena sama-sama terbuat dari tepung ketan. Bila klepon isinya hanya gula merah dan kelapa parutnya di luar, kue mendut ini isian kelapa dan gulanya di dalam. Gurihnya santan areh menambah cita rasa mendut yang unik. Membuat kue mendut pun mudah saja. Tapi, paling enak kue mendut berbungkus daun pisang, karena aroma daun pisangnya itulah yang membuat kue mendut menjadi wangi dan semakin dikangenin.
- 150 gram kelapa yang diparut kasar
- 300 ml santan kental
- 75 gram gula pasir
- Air hangat secukupnya
- 250 gram tepung ketan
- 3 sdm tepung beras
- 1/2 sdt air kapur sirih
- 1 sdt garam
- Pewarna merah secukupnya
- Pewarna hijau secukupnya
- Daun pisang secukupnya
- Daun pandan secukupnya
- Batang lidi kecil secukupnya
- Saus : masak santan kental, tepung beras, dan garam sedikit saja. Masukkan selembar daun pandan yang disimpulkan. Masak hingga mengental dan mendidih. Sisihkan.
- Unti kelapa : campur kelapa parut, gula pasir, sedikit garam, dan 1/2 gelas air. Masak hingga air meresap dan tercampur rata.
- Kulit : campur tepung ketan, garam halus, dan air kapur sirih. Uleni bersama dengan air hangat sampai adonan kalis dan bisa dibentuk. Bagi 2 adonan, masing-masing beri pewarna kue merah dan hijau.
- Ambil sedikit adonan kulit mendut. Pipihkan, dan beri unti kelapa. Bulatkan.
- Ambil selembar daun pisang, letakkan 2 bulatan kue mendut warna merah dan hijau di atasnya. Siram dengan saus santan. Bungkus dan sematkan dengan lidi.
- Kukus kue mendut sekitar setengah jam atau hingga matang. Sajikan.
Sumber : http://www.resepnasional.com/cara-membuat-mie-tek-tek-goreng-spesial/
Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...
SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.