Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner khas Betawi DKI Jakarta DKI Jakarta
Kue Leker
- 30 Juni 2014

Ini sebenarnya bentuk adaptasi masyarakat Betawi terhadap kue yang populer di meja makan penjajah mereka, yaitu orang Belanda dan Portugis, Crepes. Tapi, dimodifikasi sehingga menjadi kue leker dan menjadi kue khas Betawi.

Kue Leker Kering:

Bahan:
150 gram Tepung terigu
50 gram Tepung tapioka / kanji
200 gram Tepung beras
500 ml Susu cair
2 sdt Vanili bubuk
2 btr Telur, kocok lepas
2 sdm Butter / margarin, lelehkan
2 sdt Baking powder double acting
 
Cara Membuat;
1. Campur Tepung terigu, tepung tapioka/kanji, tepung beras, vanili bubuk, dan baking powder, aduk hingga rata lalu sisihkan
2. Di tempat yang berbeda, campur semua bahan cair (susu cair, telur, margarin/butter leleh), aduk sampai rata.
3. Jadikan satu / campur kedua bahan tadi sambil diaduk hingga rata, licin dan tidak menggumpal.
4. Ambil 1 sendok sayur adonan, tuangkan kedalam cetakan / wajan anti lengket / teflon dan masak sampai matang, tunggu hingga mengering atau terlihat sudah crispy, angkat dan sajikan dengan taburan atau isian sesuai selera.
 
Kue Leker Basah:
 
Bahan :
2 cangkir Susu cair
2 cangkir Tepung terigu
4 sdm Mentega, cairkan
4 btr Telur, dikocok lepas
4 sdm Gula pasir
Garam secukupnya
 


 
Cara Membuat Kue Leker Crepes Basah :
1. Campur rata telur, gula pasir, mentega cair dan susu sampai semuanya rata.
2. Tambahkan tepung terigu. Aduk hingga merata.
3. Ambil 1 sendok sayur adonan, tuang dan ratakan di pan dadar / Crepes Maker / teflon / wajan anti lengket. Lalu tunggu sampai bagian bawah kecoklatan (tapi jangan sampai terlalu coklat dan kering), tambahkan topping sesuai dengan selera. Kemudian dilipat menurut selera setelah itu angkat dan sajikan.

Tips dan teknik membuat kue leker agar bagus, berhasil dan tidak gagal :
1. Jangan mengaduk adonan terlalu lama supaya adonan tidak terlalu padat dan liat.
2. Dalam membuat kulit crepes yang manis, dapat menggunakan gula pasir biasa atau menggunakan gula halus. Tetapi yang perlu diingat, penggunaan gula janganlah terlalu banyak supaya tidak cepat gosong.
3. Jika anda menginginkan kulit crepes yang tidak mulus permukaannya, sebelum menuang adonan olesi wajan dengan sedikit minyak goreng atau margarin, serta jangan lupa gunakan telur lebih banyak dari resep semula.
4. Ketika mencairkan adonan crepes, bisa menggunakan air biasa, susu cair, santan, ataupun sari buah. Tetapi, Jika menggunakan air lebih banyak, hasilnya akan menjadi lebih ringan. Sedangkan, apabila mencairkan adonannya dengan menggunakan susu, hasilnya akan menjadi lebih lembut.
5. Untuk membuat kulit crepes yang halus dan rata, gunakan wajan anti lengket dan jangan dioles dengan margarin. Kuncinya adalah, sebelum anda menuang adonan panaskan wajan hingga benar-benar panas dengan api kecil.
6. Saat memasak crepes bisa juga menggunakan alat listrik, plat panas tebal, wajan ataupun pan dadar anti lengket. Kalau tidak mempunyai alat listrik bisa menggunkan alat gapit untuk pembutan kue semprong karena prinsip kerjanya sama yaitu untuk menghantarkan panas rata yang berfungsi untuk mematangkan secara merata kulit crepes.
7. Adonan yang dibuat encer bisa menghasilkan kulit crepes yang renyah dan garing.
8. Kulit leker crepes dapat disimpan dalam lemari es selama dua hari dalam keadaan dibungkus rapat. serta berikan pelapis seperti kertas roti atau daun pisang saat menumpuk kulit crepes, agar kulit tidak saling menempel.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Banana Nadine Pie Bogor
Bakery
Address: Jl. Tebet Timur Dalam II No.10, RT.1/RW.4, Tebet Tim., Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12820
Phone: (021) 8310539

 

Sumber:

http://www.adeanita.com/2013/04/30-jenis-aneka-makanan-dan-minuman-khas.html

http://www.tempatonlineku.net/2012/07/resep-membuat-leker-crepes-enak-mudah.html

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu