Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Pontianak
Kue Lapis Susu - Pontianak - Kalbar
- 9 Februari 2018

Kue lapis adalah salah satu kue basah khas Indonesia yang sangat terkenal dan digemari. Kue lapis sendiri sebenarnya merupakan kue bolu yang lebih padat dan lebih lembab, namun karena variasinya yang memiliki banyak lapisanlah yang menyebabkan kue lapis banyak digandrungi oleh orang banyak. Kue lapis memiliki banyak sekali variasi dan versi di Indonesia, dan sepertinya masing-masing daerah di Indonesia memiliki resep kue lapisnya sendiri. Itulah sebabnya jika Anda berkeliling Indonesia, Anda dapat menjumpai berbagai jenis kue lapis yang memiliki rasa serta terbuat dari bahan yang berbeda pula.

Kali ini kami akan membahas mengenai cara membuat kue lapis susu, salah satu versi kue lapis yang dikenal datang dari Kalimantan Barat, tepatnya Pontianak. Kue lapis susu ini sendiri memiliki rasa yang manis karena menggunakan susu juga di dalam resepnya. Selain manis, kue lapis susu ini pun terasa legit dan agak gurih dari penggunaan menteganya. Kue lapis susu ini bisa menjadi alternatif Anda saat ingin membuat kue basah tradisional yang sederhana namun enak. Anak-anak pun pasti akan suka dengan kue lapis susu yang rasanya manis dan sedap ini! Tak perlu berlama-lama, ini dia resep kue lapis susu dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Bahan-Bahan:

-50 gram tepung terigu berprotein rendah

-400 gram mentega

-125 gram gula pasir halus

-1/2 kaleng susu kental manis putih

-20 butir telur, bagian kuningnya saja

-1/2 sdt pasta moka atau cokelat

 

Langkah-Langkah:

  1. Langkah pertama untuk resep kue lapis susu adalah mengocok mentega bersama gula halus. Masukkan mentega ke dalam sebuah wadah berukuran besar, lalu masukkan gula halus, dan kocok kedua bahan hingga adonan menjadi lembut.
  2. Setelah adonan sudah menjadi lembut, masukkan telur bagian kuningnya saja satu persatu secara perlahan. Masukkan kuning telur sambil terus mengocok adonan dengan kecepatan sedang. Lakukan hingga telur habis dan aduk terus hingga adonan rata.
  3. Berikutnya, masukkan susu kental manis putih ke dalam adonan sedikit demi sedikit, dan dilakukan sambil masih terus mengocok adonan. Lakukan hingga susu kental manis habis dan hingga adonan teraduk rata.
  4. Setelah itu, masukkan tepung terigu yang sudah diayak sebelumnya, lalu masukkanlah dengan perlahan sambil diayak kembali agar tidak menggumpal. Masukkan tepung terigu sambil masih mengaduk adonan hingga rata.
  5. Nah, pada langkah ini Anda akan mewarnai adonan kue lapis susu Anda. Untuk membuat kue lapis dan agar terlihat terdapat beberapa lapisan, Anda harus membedakan warna adonan kue lapis yang akan dipanggang. Jadi, bagilah adonan kue Anda menjadi dua bagian, kemudian biarkan bagian adonan pertama bewarna putih, dan warnai bagian adonan kedua dengan pasta moka atau cokelat, atau warna lain yang Anda sukai. Adonan Anda pun sudah jadi!
  6. Langkah berikutnya adalah memanggang adonan kue. Sebelum itu, siapkan terlebih dulu loyang kue berukuran 22 cm persegi dengan tinggi 7 cm. Kemudian oleskan loyang kue menggunakan mentega dan berikan kertas roti di dasarnya agar adonan kue tidak lengket.
  7. Saatnya memanggang! Caranya, panggang adonan kue bewarna putih dan cokelat secara bergantian. Masukkan selapis demi selapis dengan dipanggang dulu sebelumnya. Jadi, masukkan adonan kue bewarna cokelat untuk lapisan kue pertama sebanyak 3-4 sdm, kemudian panggang dengan api atas di suhu 250 derajat Celcius selama 5 menit. Lakukan hal ini terus menerus dan bergantian dengan warna adonan yang berbeda, hingga adonan kue Anda habis dan membentuk beberapa lapisan kue yang cantik.
  8. Jika semua adonan kue lapis susu sudah habis, tunggu hingga lapisan terakhir matang, kemudian keluarkan kue dari oven. Tunggu hingga dingin sebentar, potong-potong dan kue lapis susu Anda sudah siap untuk disajikan!

 Tips:

-Anda dapat menggunakan warna lain selain moka atau cokelat untuk variasi. Anda pun dapat membuat 3 warna berbeda untuk lapisan kue lapis susu Anda, lho! Carilah kombinasi warna yang cantik dan serasi agar kue lapis susu Anda tampak lebih menarik.

-Tekan-tekanlah setiap lapisan kue yang baru matang sebelum dimasukkan lapisan berikutnya. Hal ini dilakukan supaya setiap lapis pada kue Anda menjadi lebih padat dan terlihat rapi.

 

Sumber : http://infokuliner.com/kue-basah-khas-indonesia-resep-kue-lapis-susu

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain tenun di Indonesia merupakan warisan budaya yang melampaui fungsi sebagai produk tekstil konvensional [S1]. Objek ini merepresentasikan hasil karya tangan yang memuat narasi sejarah panjang serta nilai-nilai budaya yang luhur [S4]. Keberadaannya telah menjadi bagian integral dalam aspek sosial, ekonomi, hingga spiritual masyarakat Nusantara selama ribuan tahun [S1], [S4]. Secara geografis, tradisi menenun tersebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia, di mana setiap daerah mengembangkan karakteristik, motif, dan filosofi yang unik [S1], [S3]. Keberagaman ini didukung oleh teknik pembuatan yang spesifik serta keterampilan perajin yang diwariskan secara turun-temurun [S1], [S4]. Beberapa wilayah yang memiliki tradisi tenun dengan kekhasan motif dan makna yang menonjol antara lain Toraja, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali [S2]. Setiap motif yang dihasilkan bukan sekadar ele...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building Identitas dan Asal-Usul Permainan Bentengan diklasifikasikan sebagai permainan tradisional anak yang telah berintegrasi dalam budaya lokal Indonesia [S2]. Teks bebas mencatat bahwa aktivitas ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda [S1]. Ensiklopedia daring mengonfirmasi bahwa permainan tradisional Nusantara umumnya memiliki akar akulturasi yang kuat [S2]. Meskipun tidak teridentifikasi secara spesifik mengenai wilayah kelahirannya, permainan ini tersebar luas sebagai warisan bermain anak pra-modern [S2]. Perbandingan antara kedua sumber menunjukkan bahwa [S1] berfokus pada konteks historis kolonial dan mekanisme permainan, sedangkan [S2] lebih menekankan pada akar akulturasi budaya dan fungsi sosialnya secara umum. Kedua sumber memiliki batasan masing-masing: [S1] tidak menguraikan variasi regional, sementara [S2] bersifat umum tanpa mendetailkan mekanisme spesifik Bentengan....

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat Identitas dan Asal-Usul Songket Palembang merupakan kain tenun tradisional yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013 [S1]. Kain ini dikenal luas karena kekayaan historisnya dan menjadi penanda martabat dalam budaya masyarakat Palembang [S3, C5, C6]. Popularitasnya sering terlihat dalam berbagai pameran dan dikenakan oleh tokoh publik [C2]. Asal-usul Songket Palembang kerap dikaitkan dengan masa Kemaharajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan [S3, C4]. Sejak masa kerajaan, songket tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol kedudukan, kehormatan, dan peran sosial seseorang [C7]. Keunikan ini menjadikan Songket Palembang lebih dari sekadar kain indah, melainkan sarat akan nilai sosial dan filosofis yang melekat pada setiap helainya [C8, C9]. Meskipun demikian, belum ada sumber yang secara spesifik merinci sentra produksi Songket Palembang selain...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...

avatar
Kianasarayu