Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Sambas
Kue Lapis Lumut - Sambas - Kalbar
- 10 Februari 2018

Jumlah Porsi

23 Potong

Bahan Bahan Untuk Membuat Kue Lapis Lumut yang Lembut dan Enak

  • 350 gram mentega
  • 2 sachet kecil bubuk vanili
  • 1 botol pasta pandan
  • 400 gram gula halus
  • 1 sachet susu bubuk full cream
  • 1 kaleng susu kental manis
  • 30 butir kuning telur

Cara Membuat Kue Lapis Lumut yang Lembut dan Enak

Cara Membuat Adonan Kue Lapis Lumut

  1. Setelah semua bahan bahan yang dibutuhkan siap, anda bisa langsung mengolahnya atau membuat adonan. Langkah pertama kali yang harus anda lakukan untuk membuat adonan yaitu mengocok kuning telur yang sudah anda siapkan dengan menggunakan mixer. Kocok kuning telur sampai mengembang. Lalu masukan pula gula. Masukan gula sedikit demi sedikit. Kocok kedua bahan bahan ini dengan menggunakan mixer hingga merata. Jika sudah anda bisa menyisihkannya terlebih dahulu dan biarkan higga adonan lebih mengembang.
  2. Pada wadah yang berbeda silahkan masukan susu kental manis bersama dengan buter. Mixer atau kocok kedua bahan ini sampai tercampur merata. Kocok kedua bahan ini hingga berubah warna menjadi pucat. Jika sudah, sisihkan adonan ini dan biarkan hingga adonan mengembang.
  3. Apabila adonan yang dibuat dengan langkah pertama dan kedua sudah mengembang, silahkan anda campurkan kedua adonan ini menjadi satu. Campurkan kedua adonan ini sampai merata.
  4. Ambil susu bubuk yang sudah anda siapkan dan kocok hingga merata.
  5. Masukan pasta pandan ke dalam adonan. Lalu aduk sampai merata.
  6. Masukan pula bubuk vanili ke dalamnya dan kocok kembali hingga merata.

Cara Membuat Kue Lapis Lumut

  1. Setelah adonan selesai dibuat, anda harus menyiapkan loyang yang akan digunakan untuk memanggang adonan. Olesi loyang dengan menggunakan minyak atau margarin secukupnya dan anda bisa mengalasinya dengan menggunakan kertas roti.
  2. Ambil adonan dan tuangkan adonan untuk lapisan yang pertama. Lalu panggang adonan hingga matang.
  3. Setelah matang, silahkan tuangkan kembali adonan di atas adonan yang pertama. Lalu panggang kembali sampai matang.
  4. Lakukan langkah yang sama hingga semua adonan habis. Untuk lapisan yang terakhir anda dapat memanggangnya hingga benar-benar matang.
  5. Setelah matang, anda bisa mengangkat dan membiarkannya beberapa saat hingga dingin. Lalu setelah itu potong-potong dan sajikan pada tempat saji yang sudah anda siapkan.

 

Sumber : https://selerasa.com/resep-dan-cara-membuat-kue-lapis-lumut-yang-lembut-dan-enak

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker