Kue Koci merupakan kue dari Cirebon yang berbahan dasar tepung ketan yang dibungkus dalam daun pisang. Isian kue ini bisa berupa campuran kacang hijau ataupun parutan kelapa.
Bahan Kulit: 6 ons tepung ketan 2 ons gula pasir Garam secukupnya 450 ml air
Bahan Isian Kacang: 2 ons kacang hijau tanpa kulit 1 ¾ ons gula merah, sisir halus 150 ml santan cair Garam secukupnya Vanili secukupnya
Bahan Isian Kelapa: 2 ons kelapa diparut kasar 1 ons gula merah, sisir halus 150 ml air 1 lembar daun pandan ¼ sendok teh garam
Bahan Saus Santan: 225 ml santan kental Garam secukupnya 2 lembar daun pandan, kecil
Pelengkap: Daun pisang secukupnya
Cara Membuat: 1. Siapkanlah bahan-bahan dan bumbu yang digunakan untuk membuat olahan kue koci 2. Kedua, buatlah kulitnya dengan merebus air bersama gula pasir sampai larut dan mendidih selama beberapa menit. Angkat 3. Lalu diamkan sampai air menghangat atau suam-suam kuku, setelah itu tuang ke dalam wadah yang berisi tepung ketan dan garam 4. Kemudian uleni adonan tersebut sampai kalis dan tidak lengket. Jika sudah rata, sisihkan dulu 5. Selanjutnya buatlah bahan isiannya dengan merebus atau mengukus kacang hijau sampai empuk 6. Sementara itu, Anda juga bisa melakukan hal yang sama pada parutan kelapa dalam isian kelapa di atas 7. Setelah itu, angkat kacang hijau dan haluskan. Kemudian masak bersama santan, sisiran gula merah, garam dan vanili. Aduk hingga dapat dibentuk. Matikan kompor 8. Lakukan hal yang sama pada parutan kelapa, lalu masak dengan air, sisiran gula merah, garam serta daun pandan 9. Kemudian buatlah sausnya dengan mencampurkan semua bahan lalu dimasak hingga matang. 10. Lalu ambil adonan sedikit dan pipihkan. Isi dengan isian kacang atau isian kelapa, kemudian tutup kembali 11. Taruh adonan di atas daun pisang dan siram dengan 2 sendok saus santan lalu bungkus. Ulangi sampai habis semua. 12. Terakhir, kukuslah sajian sampai matang selama 30 menit. Angkat dan hidangkan di piring saji untuk dinikmati.
Sumber: http://www.masakandapurku.com/2016/06/resep-membuat-kue-koci-khas-cirebon.html?m=1
<!DOCTYPE html> Hacked By Raxor404 Santiago 404 Team * Website Locked By Raxor404 PLEASE PAY THE RANSOM AT indonesiacyberteamid@gmail.com
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la`` <pre><code><pre><code><pre><code><pre><code><p></code></pre></code></pre></li> </ol> <p> <p> </p></li> </ol> Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perap...