Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Utara Manado
Cucur Manado
- 2 Februari 2018

 

 

Kue cucur manado merupakan salah satu kuliner nusantara khasnya manado. Bahan pembuatannya sama seperti kue cucur yang lain, yang berbeda adalah penambahan kayu manis untuk kue cucur manado ini. Kue cucur manado sudah menjadi suguhan di daerah manado, kue ini biasanya dijadikan  hidangan penutup. Rasanya yang manis berasal dari gula merah ini lah yang akan memanjakan lidah kita akan setiap gigitannya. Membuat siapa saja merasa betah berlama – lama di tempat tersebut.

 

 

 

Resep Kue Cucur khas Manado Enak dan Lezat
 
Waktu Pembuatan :
  • 20 menit persiapan
  • 20 menit membuat larutan gula dan pendinginan
  • 1 jam mendiamkan adonan
  • 20 menit untuk menggoreng hingga habis
Peralatan yang Digunakan :
 
  1. Wadah
  2. Saringan
  3. Timbangan
  4. Sendok teh
  5. Sendok makan
  6. Wajan / penggorengan
  7. Pisau
 
Bahan yang Diperlukan Untuk Membuat Kue Cucur Manado
  • 100 gram Tepung Beras
  • 100 gram Tepung Terigu
  • 100 gram Gula Jawa
  • 50 gram Gula Pasir
  • 1 sendok teh Garam
  • 1 sendok makan Kayu Manis
  • 100 ml Air
Sedikit Tips Untuk Kue Cucur Tradisional Manado :
 
Sisirlah gula merah terlebih dahulu untuk mempermudah proses larutan gula.
Saring gula merah yang sudah di rebus, hal ini untuk membuat larutan gula licin tanpa ampas.
Saat proses menvadoni kue, sebaiknya menggunakan tangan saja hal ini supaya adonan nanti bisa lebih maksimal.
 
Cara Membuat Kue Cucur Manado :
  1. Langkah pertama kita campurkan beberapa bahan seperti tepung beras, tepung terigu dan berikan taburan garam sedikit untuk menambah selera.
  2. Setelah bahan diatas dicampurkan, kita sisihkan dulu adonan ini.
  3. Kemudian kita cairkan gula jawa dan gula pasir dengan menggunakan air dan masak hingga cair.
  4. Setelah gula jawa larut diamkan hingga dingin tampahkan kayu manis pada campuran tepung kemudian aduk hingga merata kurang lebih selama 10 menit.
  5. Setelah adonan tercampur rata kemudian diamkan adonan selama kurang lebih 1 jam.
  6. Setelah itu baru goreng dengan minyak panas dambil sesekali siramkan minyak pada kue cucur.
  7. Goreng hingga matang merata dan angkat kemudian sajikan.

 

RM yang menyediakan:
Bunga Pepaya
Jl. RP Soeroso 16, Gondangdia-Menteng, Jakarta Pusat, Indonesia

(6221) 3141616

 

Sumber

https://resepnusantara.id/kue-cucur-manado/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker