Kue Cecewer merupakan kua basah khas dari daerah Banten, Jawa Barat. Kue ini berwarna hijau dan disajikan dengan kelapa parut diatasnya. Kue Cecewer sangat cocok dimakan dengan ditemani secangkir kopi atau teh hangat.
Untuk kalian yang penasaran bagaimana cara membuatnya, berikut bahan-bahan yang kalian perlukan :
Bahan-bahan :
Langkah Pembuatannya :
Campurkan tepung beras, tepung kanji dan gula. Lalu masukan santan sedikit demi sedikit dan aduk rata sampai adonan licin.
Masukan juga garam, air daun suji dan air kapur sirih. Kemudian masukan dalam loyang dan kukus +/- 30 menit atau sampai matang.
Setelah kue matang, angkat dan dinginkan. Sambil menunggu kue dingin, kita buat taburannya dengan cara mencampur kelapa parut, garam dan daun pandan yg disobek-sobek. Kemudian kukus taburan kelapa +/- 10 menit.
Potong-potong kue sesuai selera dan taruh dipiring. Taburkan sedikit kelapa parut diatas kue. Kue Cecewer Siap disajikan.
Sumber :
https://cookpad.com/id/resep/217523-cecewer-manis-khas-sunda
Kalo kamu orang Palembang, pasti tahu Kain Songket Identitas dan Asal-Usul Kain songket merupakan salah satu jenis kain tenun tradisional khas Indonesia yang diklasifikasikan ke dalam keluarga tenunan brokat [S3], [S4]. Secara teknis, kain ini dibuat melalui proses tenun manual dengan menambahkan benang emas, perak, atau benang berwarna lainnya pada tenunan dasar untuk menciptakan pola motif timbul yang memberikan efek kemilau [S1], [S3]. Secara geografis, songket memiliki keterkaitan erat dengan Palembang, Sumatera, sebagai daerah asal utamanya [S3], [S4]. Meskipun Palembang menjadi sentra yang paling dikenal, perkembangan kain ini juga tersebar ke berbagai wilayah lain di Nusantara [S3]. Sebagai bagian integral dari warisan budaya Indonesia, songket tidak hanya dipandang sebagai komoditas tekstil, tetapi juga sebagai representasi identitas historis dan simbolis masyarakat [S2], [S4], [S4]. Sejarah perkembangan kain songket mencatat adanya pengaruh seni budaya Tiongkok yang t...
Nama alat musik gamelan beragam, masing-masing dengan fungsi dan cara memainkan yang unik Identitas dan Asal-Usul Gamelan adalah ansambel musik tradisional Indonesia yang terdiri dari sekumpulan alat musik perkusi. Menurut UNESCO, gamelan merujuk pada orkestra perkusi tradisional Indonesia dan perangkat instrumen yang digunakan dalam ensambel tersebut [S1]. Instrumen-instrumen ini dibuat dari logam yang ditempa tangan dan dirancang dengan ornamen yang rumit, mencakup xilofon, gong, gong-chime, drum, simbal, instrumen dawai, dan seruling bambu [S1]. Identitas gamelan sebagai warisan budaya Indonesia telah diakui secara internasional melalui pencatatan dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Gamelan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jawa dan Bali, meskipun tradisi ini juga ditemukan di daerah-daerah lain [S3]. Setiap wilayah mengembangkan variasi gamelan dengan karakteristik unik yang mencerminkan identitas budaya lokal. Pemerintah Indonesia, mel...
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...