Bila mendengar kata 'bungkuk', maka jangan memikirkan suatu kondisi tubuh yang ringkih. Bungkuk yang dimaksud di sini adalah salah satu kue khas dari Banyuwangi. Orang-orang di sekitar Banyuwangi seringkali menyebut kue ini dengan nama 'bongko', tapi yang lebih dikenal adalah dengan nama kue Bungkuk.
Bahan-bahan: Buah pisang secukupnya. Gula merah secukupnya. Tepung kanji secukupnya. Garam secukupnya. Vanili secukupnya. Kelapa secukupnya, parut.
Cara Membuat: 1. Siapkan semua bahan dan alat seperti sendok, mangkok serta panci untuk membuat olahan bungkuk ini. 2. Setelah itu, haluskan pisang dan campurkan bersama vanili, garam, gula merah serta kanji. Aduk-aduk sampai merata. 3. Tambahkan parutan kelapa, lalu aduk-aduk lagi agar tercampur dengan baik. 4. Berikutnya ambil beberapa sendok makan adonan untuk dibungkus dengan daun pisang. Lakukan sampai adonannya habis. 5. Selanjutnya kukus selama beberapa menit sampai bungkuk matang. Angkat dan hidangkan di atas piring saji selagi masih hangat.
Sumber: http://www.masakandapurku.com/2015/10/resep-membuat-bungkuk-khas-banyuwangi.html?m=1
Rumah tradisional khas Papua yaitu Rumah Honai cukup mencuri perhatian banyak orang Identitas dan Lokasi Honai merupakan rumah tradisional yang menjadi identitas arsitektur masyarakat di wilayah pegunungan Papua, khususnya bagi suku Dani, Lani, dan Yali [S2], [S3]. Secara etimologis, istilah "Honai" berasal dari bahasa suku Dani, yakni gabungan kata "Ho" yang berarti laki-laki dan "Nai" yang berarti rumah, sehingga secara harfiah merujuk pada rumah laki-laki [S2]. Bangunan ini umumnya ditemukan dalam kompleks hunian yang disebut Silimo [S2]. Secara visual, Honai memiliki bentuk bundar menyerupai jamur dengan atap jerami yang tebal dan dinding kayu [S3]. Struktur bangunan ini dirancang tanpa jendela dan memiliki pintu berukuran kecil, sebuah adaptasi arsitektural untuk merespons kondisi iklim pegunungan Papua yang dingin [S1], [S2]. Penggunaan material alami dalam konstruksinya mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat dalam memanfaatkan sumber...
Kalo kamu orang Palembang, pasti tahu Kain Songket Identitas dan Asal-Usul Kain songket merupakan salah satu jenis kain tenun tradisional khas Indonesia yang diklasifikasikan ke dalam keluarga tenunan brokat [S3], [S4]. Secara teknis, kain ini dibuat melalui proses tenun manual dengan menambahkan benang emas, perak, atau benang berwarna lainnya pada tenunan dasar untuk menciptakan pola motif timbul yang memberikan efek kemilau [S1], [S3]. Secara geografis, songket memiliki keterkaitan erat dengan Palembang, Sumatera, sebagai daerah asal utamanya [S3], [S4]. Meskipun Palembang menjadi sentra yang paling dikenal, perkembangan kain ini juga tersebar ke berbagai wilayah lain di Nusantara [S3]. Sebagai bagian integral dari warisan budaya Indonesia, songket tidak hanya dipandang sebagai komoditas tekstil, tetapi juga sebagai representasi identitas historis dan simbolis masyarakat [S2], [S4], [S4]. Sejarah perkembangan kain songket mencatat adanya pengaruh seni budaya Tiongkok yang t...
Nama alat musik gamelan beragam, masing-masing dengan fungsi dan cara memainkan yang unik Identitas dan Asal-Usul Gamelan adalah ansambel musik tradisional Indonesia yang terdiri dari sekumpulan alat musik perkusi. Menurut UNESCO, gamelan merujuk pada orkestra perkusi tradisional Indonesia dan perangkat instrumen yang digunakan dalam ensambel tersebut [S1]. Instrumen-instrumen ini dibuat dari logam yang ditempa tangan dan dirancang dengan ornamen yang rumit, mencakup xilofon, gong, gong-chime, drum, simbal, instrumen dawai, dan seruling bambu [S1]. Identitas gamelan sebagai warisan budaya Indonesia telah diakui secara internasional melalui pencatatan dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Gamelan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jawa dan Bali, meskipun tradisi ini juga ditemukan di daerah-daerah lain [S3]. Setiap wilayah mengembangkan variasi gamelan dengan karakteristik unik yang mencerminkan identitas budaya lokal. Pemerintah Indonesia, mel...
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...