Kue Buah Melaka adalah salah satu kue khas dari Riau. Kue ini mirip dengan klepon dari Jawa. Hanya bedanya bila klepon di Jawa berwarna hijau, kue melaka ini berwarna orange.
Bahan-bahan: 3 ons tepung ketan ¼ kg gula merah dipotong kotak-kotak ¼ kg parutan kelapa Air perasan daun pandan untuk pewarna secukupnya Garam secukupnya Air secukupnya
Cara Membuat: 1. Siapkan bahan-bahan dan alat yang akan digunakan untuk mengolah kue buah melaka khas Riau. 2. Sesudah itu, ambil wadah dan taruh tepung ketan di dalamnya. Tambahkan garam secukupnya. 3. Lalu tuangkan air perasan daun pandan sembari diaduk-aduk sampai adonan menjadi hijau merata. 4. Terus aduk sampai adonan mengental. Kalau sudah agak mengeras, bentuklah adonan menjadi bulatan-bulatan dengan ukuran sesuai selera. 5. Isi bagian tengahnya dengan potongan gula merah tadi, kemudian bulatkan lagi. Lakukan langkah ini sampai adonan habis. 6. Setelah itu, rebus air secukupnya sampai mendidih. Masukkan bulatan-bulatan buah melaka ke dalamnya. 7. Tunggu beberapa saat sampai mengambang lalu angkat dan tiriskan. Sementara itu, siapkan parutan kelapa di atas wadah seperti piring atau sebagainya. 8. Gulingkan buah melaka di atasnya sampai terbaluri semua. Angkat dan sajikan di piring saji yang sudah dilapisi daun pisang sebelumnya. 9. Sajian kue buah melaka khas Riau siap dihidangkan dan dinikmati
Sumber; http://www.masakandapurku.com/2016/02/resep-membuat-kue-buah-melaka-khas-riau.html?m=1
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...
Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring. 📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...