Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Selatan Palembang
Kue 8 Jam
- 25 September 2017

Kue 8 Jam - Palembang

Nama kue 8 jam atau lapan jam memang cukup unik dan agak nyleneh untuk penamaan sebuah kue, namun nama tersebut sangat relevan dengan lama waktu pembuatannya yang memakan waktu sampai 8 jam. Pembuatan kue selama itu memang cukup lama, namun bisa menciptakan rasa kue yang begitu enak, sama halnya dengan kue 8 jam yang berasa legit dan beraroma wangi. Bentuknya sendiri bewarna cokelat pekat dengan tekstur yang lembut, sehingga bisa dipastikan sangat lezat di mulut.

Walaupun membuatnya lama, namun bahan-bahan pembuatannya bisa dengan mudah ditemukan, yakni mulai dari telur bebek, susu kental manis, mentega, dan gula pasir. Dengan adanya telur bebek itulah yang membuatnya berbeda dari kue-kue lain, karena kebanyakan kue lebih memilih memakai telur ayam tinimbang telur bebek. Kue yang dimasak dengan cara dikukus ini, harus menggunakan puluhan telur bebek, sehingga harganya cukup mahal, termasuk di toko oleh-oleh Bangau Pastry yang menyediakannya.

Resep Cara Membuat Kue Delapan Jam Dari Palembang

Bahan-bahan Pembuatan Kue Delapan Jam Khas Palembang

  • Sediakan sepuluh butir telur bebek kemudian kocok lepas. Dalam memilih telur, gunakan telur yang tidak retak dan cangkagnya bersih. Apabila telur dalam keadaan kotor, cuci terlebih dahulu di bawah air yang mengalir.
  • Gula pasir sebanyak seratus lima puluh gram
  • Susu kental manis sebanyak empat ratus mililiter
  • Esens vanili sebanyak satu sendok teh
  • Mentega sebanyak empat sendok makan

Cara Membuat Kue 8 Jam Khas Palembang

  1. Pertama, siapkan wadah dan campurkan semua bahan mulai dari telur bebek yang telah dikocok lepas, susu kental, gula pasir, vanili serta mentega ke dalamnya. Aduk sampai merata.
  2. Olesi loyang menggunakan mentega lalu taburi menggunakan tepung.
  3. Tuangkan adonan ke dalam loyang tersebut dan tutup menggunakan kertas aluminium foil. Tujuannya agar air tidak dapat menetes ke atas adonan kue.
  4. Kukus adonan selama delapan jam.
  5. Setelah selesai dikukus, masukkan kue ke dalam oven. Atur temperaturnya agar menjadi seratus dua puluh derajat Celcius.
  6. Setelah selesai dimasukkan dalam oven, bakar kue di atas api selama kurang lebih lima belas menit.
  7. Resep kue 8 jam telah selesai dan kue siap untuk dinikmati.

 

Dalam memasak kue 8 jam ini ada beberapa tips yang penting untuk diperhatikan. Pertama, apabila waktu pengukusan ternyata kurang dari delapan jam maka tekstur kue akan mudah hancur. Selain itu, kue tidak akan kenyal serta lembut. Itulah mengapa kita benar-benar harus bersabar dan menungg selama delapan jam waktu pengukusan. Selan itu, jangan pernah lupa untuk senantiasa menambah air mendidih ke dalam kukusan terutama jika air telah berkurang banyak. Agar kue semakin tahan lama, kita bisa membakar kembali kue dalam waktu sepuluh menit. Dengan menerapkan semua tips di atas, dijamin kue 8 jam yang kita buat akan semakin nikmat dan terasa seperti buatan orang Palembang asli. Demikian resep kue 8 jam khas Palembang yang bisa kita praktekkan sendiri di rumah. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

 

Sumber

http://reseponline.info/resep-kue-8-jam-khas-palembang-yang-manis-nan-legit/

http://makananoleholeh.com/makanan-khas-palembang/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu