kuda lumping adalah salah satu kesenian derah yang berasal dari daerah jawa barat. di daerah sapan, kesenian ini sering digunakan jika ada suatu perayaan khitanan. hampir setiap orang tua yang mengkhitankan anaknya, pasti menyewa suatu grup kesenian yang didalamnya terdiri dari berbagai pertunjukan seperti sisingaan, kuda lumping dan juga pencak silat. di sapan, menurut para tokoh masyarakat pertunjukan kuda lumping bukanlah sekedar pertunjukan biasa. mereka mengatakan bahwa sebelum melakukan pertunjukan, ada suatu ritual khusus untuk memanggil roh ghaib yang dilakukan oleh ahlinya yang nantinya akan dimasukan kedalam tubuh seorang pemain kuda lumping tersebut. karena jika kuda lumping diperankan oleh manusia tanpa adanya roh ghaib, maka mereka tidak akan sanggup untuk melakukan pertunjukan selama beberapa jam tanpa henti. untuk melakukan pemangilan roh ghaib tersebut, harus disediakan sesajen yang sudah menjadi kewajiban dalam ritual tesebut.
setelah ritual tersebut dilakukan, maka para pemain kuda lumping pun siap untuk dirasuki roh ghaib yang sudah dipangggil tadi melewati ritual. lalu setelah para pemain siap, maka pertunjukan kuda lumping pun dilakukan diiringi alat musik dan berbagai lagu. di dalam pertunjukan tersebut, terdapat juga sisingan yang ditunggangi oleh si anak yang dikhitan sambil diarak mengelilingi jalan dan diikuti oleh pemain kuda lumping. jika diawal acara ada riutal khusus pemanggilan roh ghaib, maka diakhir pertunjukan selalu ada pencak silat yang dimainkan oleh para pemain kuda lumping tadi yang telah dirasuki roh ghaib.
pencak silat tersebut dimainkan bukan dengan kesadaran para pemain kuda lumping, melainkan bantuan dari roh halus tersebut. ada juga berbagai macam atraksi debus, seperti memakan pecahan kaca dll. mungkin tradisi ini masih terbilang primitif. namun mau bagaimanapun ini adalah kekayaan budaya yang dimiliki indonesia. jadi wajib kita lestarikan dan dijaga kemurniannya sebagai warisan dari bumi ibu pertiwi.
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...